JEMBRANAEXPRESS – Marselino Ferdinan akhir-akhir ini sempat mendapat hujatan dari netizen di media sosial. Kini, dia malah menggemparkan masyarakat Indonesia.
Pemain berposisi gelandang serang di Timnas Indoensia U23, ini memiliki skill dan juga ditakuti oleh lawan-lawannya menjadikan Marselino dilirik oleh banyak orang.
Penampilan Marselino Ferdinan selama Piala AFC U-23 sangat apik, jumlah gol yang diberikan dari penampilannya selama di Piala AFC U-23 sebanyak 2 gol.
Tidak hanya itu Marselino Ferdinan dkk juga suskes membuat Timnas Indonesia U23 mengukir sejarah baru sampai masuk ke babak semifinal Piala UFC U-23, walau berstatus debutan di turnamen ini.
Meskipun tidak lolos sampai ke babak final, pencapaian Timnas Indonesia U23 saat ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan.
Oleh sebab itu Marselino Ferdinan disorot oleh pelatih teknik Timnas Arab Saudi U-23 yaitu Antonio Gagliardi yang juga mantan kepala analisis Timnas Italia dan pelatih teknik Juventus.
Diketahui Antonio Gagliardi pernah menjabat sebagai kepala analisis Timnas Italia dari 2008-2022. Yakni dari era pelatih Cesare Prandelli, Roberto Mancini, Antonio Conte, Gian Piero Ventura, hingga Luigi Di Biagio.
Dia juga sempat menjadi pelatih kepada Juventus pada 2020 sampai 2021 di bawah kepelatihan Andrea Pirlo.
Menurut versi Antonio Gagliardi, Marselino Ferdinan adalah salah satu dari empat Most Valuable Player (MVP) di Piala AFC U-23.
Dia mengatakan, terdapat empat Most Valuable Player (MVP) atau pemain paling berharga atau terbaik di Piala Asia U-23 menurut versinya.
Toni pun menyebut, satu di antaranya adalah pemain Arab Saudi, dan tiga lainnya adalah Marselino Ferdinan 2004 dari Indonesia, JC Fujita 2002 dari jepang, dan A. Jassim 2004 dari Irak.
"Nice and interesting experience in Doha to follow the Asian Cup u23.
My personal MVP of the event, in addition to the Saudi players I already knew: M.Ferdinan 2004 from Indonesia, J.C.Fujita 2002 from Japan, A.Jassim 2004 from Iraq," kata Antonio Giglardi pada postingan akun asli X @toni_Gagliardi
Apabila diterjemahkan, kurang lebih dia mengatakan, “Pengalaman menyenangkan dan menarik di Doha untuk mengikuti Piala Asia U23. MVP pribadi saya di ajang tersebut, selain pemain Saudi yang sudah saya kenal: M.Ferdinan 2004 dari Indonesia, JC Fujita 2002 dari Jepang, A.Jassim 2004 dari Irak.”
Bukan tanpa alasan Antonio Gagliardi memilih ketiga pemain tersebut sebagai Most Valuable Player (MVP) karena berhasil membawa timnya sampai ke babak semifinal, berikut penjelasannya.
Dimulai dari Marselino Ferdinan yang berhasil membawa Timnas Indoesia menuju ke babak semifinal sekaligus mengukir sejarah baru dunia sepak bola Indonesia.
Kemudian ada Joel Chima Fujita yaitu pemain asal jepang yang berhasil membawa Jepang menjadi juara yang kedua kalinya di Piala AFC U-23.
Dan yang terakhir yaitu Ali Jassim pemain asal Irak tersebut berhasil membawa timnya masuk ke semifinal dan saat ini telah mengamankan posisi ke-3 Piala AFC U-23 berkat golnya di perpanjangan waktu yang mengandaskan Indonesia, sekaligus tiket bermain di Olimpiade Paris 2024.
Yang menarik, dia tidak menyebut satu pun pemain Uzbekistan yang merupakan runner up Piala Asia U23. Padahal Arab Saudi U23 kalah dari Uzbekistan di perempat final.
Hal ini Membuat Marselino Ferdinan mengobarkan api semangatnya lagi usai dihina oleh sebagian pendukungnya sendiri.
Menjadi pemain andalan di lini serang Timnas Indonesia, Marselino kini harus berusaha ekstra keras agar mampu meraih satu tiket Olimpiade Paris 2024.
Diketahui bahwa Indonesia akan bermain di babak Play Off dengan dihadapkan dengan tim perwakilan asal Afrika yaitu Guenia pada Kamis 9 Mei 2024. ***
Editor : Y. Raharyo