Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tugas Jro Kubayan di Penglipuran: Memimpin Ritual di Penglipuran

I
Penulis: I Putu Mardika❯

Prosesi Nilem Jro Kubayan di Desa Adat Penglipuran
Prosesi Nilem Jro Kubayan di Desa Adat Penglipuran
JEMBRANA EXPRESS-Kepemimpinan, Hulu Apad di Desa Penglipuran, Kecamatan/Kabupaten Bangli memang masih dilestarikan hingga kini.


Advertisement

Struktur kepemimpinan dibangun oleh enam pasang tingkatan tingkatan kepemimpinan, yang diatur dalam dua baris bersap berdasarkan senioritas pengalaman mengikuti upacara. Yakni barisan kepemimpinan sisi kanan, dan  barisan kepemimpinan  sisi  kiri. 

Sisi Kanan dan kiri kepemimpinan ini dimaksudkan adalah letak rumah para pemimpin tersebut. 

Kalau  diurai kepemimpinan sistem Hulu apad Desa Pengelipuran dapat dipaparkan bahwa yang  pertama, Jero Kubayan, bertugas, dan bertanggungjawab  sebagai  pemimpin  segala upacara  yang  menjadi  tradisi  di  Desa Pengelipuran.

Advertisement

Kelian Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta menambahkan,peran kubayan layaknya peran Pemangku dan Pedanda dalam sistem masyarakat di Bali dataran.

Kedua, di bawah posisi Jero Kubayan ada disebut Jero Kebawu, beliau ini memiliki tugas yang sama dengan Jero Kubayan, yaitu menghaturkan persembahyangan.

Namun  sifatnya  sebagai pengganti, apabila Jero Kubayan berhalangan adat  tertentu. 

Advertisement

“Dalam melaksanakan tugas melaksanakan jalannya upacara, jero Kubayan dibantu oleh seorang asisten yang disebut Jero Singgukan. Dalam system masyarakat ulu apad di Desa Pengelipuran Bangli, ketiga jero ini disebut Juru Sih Nem, yang artinya Ke-6 juru,” sebutnya.

Selain Jero Sih Nem di atas, masih ada tiga juru di bawah Jero Sih Nem, yakni ada disebut Jero  Penyarikan,  Juru  Pemalungan,dan jero Penguan.

Jero Penyarikan bertugas mengurus ternak-ternak peliharaan, yang akan dijadikan sarana  upacara,  Juru  Pemalungan  bertugas sebagai  juru  balungan,  untuk  kepentingan upacara. 

Selain  jero  penyarikan  dan  jero pemalungan ada disebut Jero Penguan, beliau ini bertugas mengukur dan mengatur beras yang dibutuhkan sampai ada nasi yang dibutuhkan untuk  kepentingan  upacara  di  suatu  Pura,  di lingkungan masyarakat Pengelipuran.

Kenyataan  pelaksanaan  upacara  dan upakara  adat  di  desa  Pengelipuran  berjalan sesuai  tradisi. 

“Tidak ditemukan perebutan posisi kepemimpinan. Sistem kepemimpinan uluapad bisa dikatakan mengajarkan spirit  kesadaran antre,” singkatnya. (dik)

Advertisement

Artikel Terkait

Bayi Telantar Ditemukan di Songan, Sempat Dirawat karena Sesak Napas, Kini Ditangani Dinsos

Bayi Telantar Ditemukan di Songan, Sempat Dirawat karena Sesak Napas, Kini Ditangani Dinsos

Dinsos Bangli menerima bayi laki-laki telantar dari Polres Bangli. Bayi sempat dirawat di RSUD Bangli karena mengalami muntah dan sesak napas.

Rumput Alun-Alun Bangli Rusak Usai HUT ke-822, DLH Akui Banyak Aktivitas Warga

Rumput Alun-Alun Bangli Rusak Usai HUT ke-822, DLH Akui Banyak Aktivitas Warga

Kondisi lapangan rumput Alun-Alun Bangli rusak dan becek usai perayaan HUT ke-822 Kota Bangli. DLH menyebut kerusakan dipicu aktivitas warga yang tidak terkontrol.

Kuta Tetap Jadi Primadona Wisatawan, Mamaka Bali Tawarkan Family Swagger Suites

Kuta Tetap Jadi Primadona Wisatawan, Mamaka Bali Tawarkan Family Swagger Suites

Mamaka Bali menghadirkan Family Swagger Suites seluas 50 meter persegi untuk wisatawan keluarga, lengkap dengan ruang keluarga dan fasilitas penunjang liburan di Kuta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer