Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berburu Kijang saat Usabha Kuningan di Desa Cempaga

I
Penulis: I Putu Mardika❯

Kelian Adat Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng, Putu Karya Darma
Kelian Adat Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng, Putu Karya Darma
JEMBRANA EXPRESS-Ritual Usabha Kuningan yang diselenggarakan Krama Desa Adat Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng tergolong unik.


Advertisement

Sebab, tradisi ini menggunakan sarana Kijang yang diburu oleh krama dari segala usia, mulai dari kaum tua hingga anak remaja.

Kelian Adat Cempaga, Putu Karya Darma menjelaskan, rentetan upacara Saba Kuningan di Desa Cempaga meliputi persiapan upacara, puncak upacara dan penutup.

Pada persiapan upacara Saba Kuningan ini seluruh kekuatan masyarakat digunakan, termasuk sekaa teruna atau anak-anak muda di desa tersebut.

Advertisement

Mereka mengawali kegiatan dengan ngayah, membersihkan lingkungan pura dan desa, setelah itu berburu Binatang Kijang.

Selanjutnya mengerahkan masyarakat untuk mebat atau mengolah daging buruan yang digunakan untuk keperluan upacara ritual.

“Bila memperoleh kijang betina diolah menjadi berabagai jenis makanan seperti jajeruk, gagecok, urab putih, timbungan. Bila yang diperoleh kijang jantan diolah sebagaimana jenis olahan kijang betina, namun ditambah dengan olahan berupa sate,” katanya.

Advertisement

Olahan dimaksud ditempatkan di samping olahan makanan yang berbahan babi.

Bila memperoleh kijang jantan dalam perburuan, upacara kuningan tersebut diperpanjang perayaannya yang disebut dengan Naksuin.

Setelah mengolah hasil buruan, mereka dikoordinir oleh seorang yang bernama sayan desa yakni seorang yang bertugas mengkoordinir masyarakat untuk segala aktivitas dalam Saba Kuningan.

“Cara sayan desa menyebar informasi pun menarik, yakni dengan memegang tampul bale gede lalu mengeluarkan kata-kata yang bernada ajakan untuk gotong royong,” imbuhnya.

Misalnya desa pesu jaja nasi, desa pesu mebat yang artinya desa mengeluarkan jajanan dan nasi, desa keluar untuk membuat olahan daging buruan.

Menariknya, masyarakat dengan penuh kegairahan mengikuti apapun komando yang dikeluarkan oleh sayan desa ini.

Setelah selesai membuat olahan, mereka akan membersihkan alatalat yang digunakan untuk menabuh dan membersihkan segala jenis peralatan yang digunakan untuk upacara ritual Saba Kuningan.

Para seniman seperti penabuh dan penari diberikan kesempatan untuk latihan untuk menyambut para dewa yang akan turun ketika upacara dilaksanakan.

Selanjutnya, setelah olahan makanan sudah tersedia, maka sayan desa kembali memanggil krama desa dan krama teruna untuk mengambil hak mereka berupa lawar atanding

Dalam rangkaian persiapan upacara Saba Kuningan, masyarakat di Desa Cempaga diminta untuk menjalankan kewajiban.

Setelah selesai melaksanakan kewajiban tersebut, barulah mereka akan dipenuhi hak-haknya.

“Tidak hanya lawar atanding, krama juga dipersilakan mengambil makanan yang sudah disediakan. Pada puncak upacara dan penutup, krama benar-benar guyub memuja para dewa melalui tarian dan tetabuhan, begitu juga upacara ritual,” tutupnya. (dik)

Advertisement

Artikel Terkait

Buleleng Disiapkan Jadi Lokasi Wall Panjat Tebing Bertaraf Internasional, Target Dibangun 2027

Buleleng Disiapkan Jadi Lokasi Wall Panjat Tebing Bertaraf Internasional, Target Dibangun 2027

Pemprov Bali menyiapkan pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional di Taman Asri Banyuasri, Buleleng. Venue senilai Rp10 miliar ini ditargetkan mulai dibangun pada 2027 untuk mendukung sport tourism dan pembin

Rumah Warga di Desa Pengelatan Buleleng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta

Rumah Warga di Desa Pengelatan Buleleng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta

Kebakaran melanda rumah warga di Desa Pengelatan, Buleleng, Minggu (19/7) malam. Sebagian bangunan hangus terbakar, satu orang terluka, dan kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.

Tradisi Muayon di Desa Cempaga Tetap Lestari, Jadi Media Pendidikan Budaya Generasi Muda

Tradisi Muayon di Desa Cempaga Tetap Lestari, Jadi Media Pendidikan Budaya Generasi Muda

Tradisi Upacara Muayon di Desa Adat Cempaga, Buleleng, tetap lestari sebagai warisan budaya Bali Aga sekaligus media pendidikan adat bagi generasi muda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer