Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UNIK!! Ini tempat Suci Masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan.

I
Penulis: I Putu Mardika❯

Pura di Desa Tenganan Pegringsingan
Pura di Desa Tenganan Pegringsingan
JEMBRANA EXPRESS-Di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem ada tradisi madulu ke arah Kelod (Selatan) dan ke arah jalan (awangan). Tradisi ini tergolong unik, karena tidak ditemukan di Hindu Bali pada umumnya.


Advertisement

Hal ini dibuktikan dengan adanya tempar pemujaan berupa palinggih Kamulan (Sanggah Kelod), suatu bangunan suci beruang satu sebagai tempat memuja leluhur.

Tempat pendirian Sanggah Kamulan ini adalah di sebelah Selatan natar pekarangan. Kiblat terhadap tempat suci di arah Selatan ini, diyakini sebagai tradisi pengaruh sekte Indra

Kelian Adat Tenganan Pegringsingan Putu Suarjana menjelaskan, sebagai bentuk penghormatan Krama Tenganan kepada Bhatara Indra, maka oleh masyarakat setempat kemudian dibuatkan tempat pemujaan khusus dari tumpukan batu dalam bentuk bangunan suci yaitu di Pura Batan Celagi.

Advertisement

Selain itu ada juga upacara yang disebut sangkepan kilap (pertemuan dengan petir) yang diadakan pada sasih (bulan) Kanem dan Kapitu (Juli dan Agustus) menurut perhitungan dan adat setempat.

Dalam rapat (sangkepan) tersebut disertai dengan memanggil-manggil petir dengan kata Kaki Kilap.

“Kiblat ke arah jalan, dapat dibuktikan dengan pendirian Bale Buga dan Palinggih Pasimpangan yang berada di arah jalan (awangan) atau berdekatan dengan pintu keluar rumah,” katanya.

Advertisement

Tipe-tipe tempat suci yang berumur lebih tua mempunyai hubungan yang erat dengan cerita legenda tentang sejarah desa, yaitu mengenai matinya seekor kuda milik raja dari Bedahulu pada zaman dahulu.

Pura atau tempat suci yang dimaksud diantaranya Kaki Dukun, merupakan tempat suci yang terdapat di bagian sebelah Utara desa. Hal ini tergolong unik dan tidak ditemukan di Bali pada umumnya.

Pura ini merupakan bentuk monolith yang menyerupai phalus (kemaluan) kuda yang dalam keadaan tegak.

Menurut anggapan masyarakat setempat apabila ada seorang/sepasang suami istri yang lama belum memeroleh keturunan dalam perkawinannya, maka mereka melakukan permohonan ke tempat suci Kaki Dukun itu agar memeroleh keturunan.

Batu Taikik, yaitu tempat suci yang terdapat di bagian sebelah Utara Desa Adat Tenganan Pegringsingan.

Bangunan ini berbentuk monolith yang terbesar di antara monolith-monolith yang ada di wilayah desa tersebut. Bentuk monolith ini dianggap sebagai bekal isi perut/kotoran kuda. Upacara yang dilakukan di sini bertujuan untuk memohon kemakmuran.

Rambut Pule, merupakan tempat suci yang terdapat di bagian sebelah Utara desa.

Monolith ini di samping merupakan onggokan yang tersusun dari batu-batu kali, juga dianggap sebagai bekas kepala dan rambut kuda.

Penimbalan, merupakan tempat suci yang terdapat di bagian sebelah Barat desa yang disebut Bukit Papuhun.

Bentuk monolith ini yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai bekas paha kuda. Sebagai upacara yang dilakukan di tempat suci ini adalah dalam rangkaian upacara Matruna Nyoman.

“Batu Jaran, merupakan tempat suci yang terdapat di sebelah Utara desa. Monolith ini oleh masyarakat setempat dianggap sebagai bekas matinya kuda,” tutupnya. (dik)

Advertisement

Artikel Terkait

Liontin Turis Rusia Rp47 Juta Dirampas di Kuta, Remaja asal Karangasem Akui Berulang Kali Menjambret

Liontin Turis Rusia Rp47 Juta Dirampas di Kuta, Remaja asal Karangasem Akui Berulang Kali Menjambret

Polsek Kuta meringkus ABH 16 tahun yang diduga menjambret liontin emas turis Rusia senilai Rp47 juta di Kuta. Pelaku mengaku sudah berulang kali beraksi.

Jalan Sidemen–Klungkung Rusak Parah 15 Km, Warga Keluhkan Kondisi Berlubang dan Rawan Kecelakaan

Jalan Sidemen–Klungkung Rusak Parah 15 Km, Warga Keluhkan Kondisi Berlubang dan Rawan Kecelakaan

Ruas jalan Sidemen–Klungkung sepanjang 15 km mengalami kerusakan dan berlubang. Warga mengeluhkan kondisi yang rawan kecelakaan akibat jalan rusak.

Simbol Suci Hindu di Bali Kian Dikomersialkan, Sosiolog Soroti Ancaman Hilangnya Kesakralan

Simbol Suci Hindu di Bali Kian Dikomersialkan, Sosiolog Soroti Ancaman Hilangnya Kesakralan

Fenomena penggunaan simbol suci Hindu untuk kepentingan pariwisata dan bisnis di Bali dinilai mengancam kesakralan budaya serta identitas spiritual masyarakat Hindu Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer