Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Giri Arjuno Malang Diyakini Ada Peninggalan Candi Pawon

I Putu Mardika • Kamis, 18 Januari 2024 | 04:55 WIB

 

Areal madya mandala Pura Giri Arjuno, Malang, Jawa Timur
Areal madya mandala Pura Giri Arjuno, Malang, Jawa Timur
JEMBRANA EXPRESS-Tak dipungkiri, Pura Giri Arjuno menjadi pura terbesar di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pura yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ini menjadi refrensi bagi umat Hindu di Nusantara untuk melakukan tirtayatra saat berada di Kota Batu, Malang.

Tidaklah sulit menjangkau pura ini. Jaraknya sekitar 12 kilometer dari Kota Batu dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Selama perjalanan menuju Pura Giri Arjuno, pemedek akan disuguhkan pemadangan indah. Di kanan kiri jalan akan membentang perkebunan apel dan hamparan kebun sayur milik warga setempat.

Pemandangan indah Gunung Arjuno serta kawasan perbukitan membuat perjalanan kian menyenangkan. Ditambah dengan sejuknya hawa pegunungan. Terlebih, kawasan ini terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut (dpl). Tentu, perjalanan wisata spiritual ini kian berkesan.

Saat sampai di lokasi pemedek bisa melihat candi yang sangat artistik dengan bagunan khas Jawa dari areal parkir. Suasana nista mandala di pura ini juga sangat asri. Ada banyak tanaman yang tertata rapi.

Saat memasuki areal utama mandala, terdapat tiga pelinggih utama. Yakni pelinggih Padmasana yang posisinya berada di tengah. Di samping kirinya adalah pelinggih Rambut Sedana dan di sebelah kirinya pelinggih Panglurah. Sedangkan di pelinggih belakang ada pelinggih Budha.

Romo Mangku Arif Saiful Rahman, 29 selaku pemangku di Pura Giri Arjuno mengatakan, ia hanya ngayah di Pura ini. Sebelumnya yang ngayah menjadi pemangku di pura ini adalah mertuanya, yang sudah meninggal.

Dikatakan Mangku Arif, umat Hindu yang bermukim di areal pura Giri Arjuno sekitar 90 KK. Mereka merupakan penduduk asli jawa. Ada pula umat dari Bali yang tinggal di Kota Batu dan Kota Malang sekitar 4 KK. Mereka rata-rata pendatang yang dinas di Malang.

Pujawalinya di pura ini dilaksanakan setiap Purnama Sasih Kasa. “Yang sembahyang datang dari berbagai wilayah. Kebanyakan dari Bali. Sebab, pujawalinya di sini bersamaan dengan di Lumajang, Jawa Timur. Apalagi nyejernya bisa lebih dari seminggu,” ujar Mangku Arif.

Sarana banten yang dihaturkan saat pujawali dibuat di areal pura. Umat Hindu sekitar pun bahu membahu untuk ngayah membuat banten. Ia memastikan, tidak ada sarana tertentu yang menjadi pantangan yang dipersembahkan.

“Pemedek bisa menghaturkan sarana apa saja boleh. Yang muput saat pujawali biasanya Ida Romo Rsi yang sudah lebar (meninggal, Red). Beliau lebar sejak 2 tahun lalu. Karena ini Pura Kahyangan jagat, jadi jalau tingkat jero mangku belum boleh muput saat pujawali,” tuturnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#malang #hindu #Pura Giri Arjuno #nusantara