JembranaExpress.Com - Gubernur Bali, Wayan Koster, membantah tegas informasi yang menyebut adanya rencana pengiriman sampah organik dari Denpasar ke Klungkung.
“Bohong. Enggak ada,” tegasnya saat dimintai klarifikasi, Selasa (7/4).
Baca Juga: Negaroa FA Jembrana Juara Bali 7s 2026, Tim U-10 Tampil Tak Terkalahkan
Koster menjelaskan, informasi yang beredar tersebut keliru. Material yang dimaksud bukanlah sampah organik mentah, melainkan hasil olahan berupa komposter yang telah melalui proses pencacahan.
“Yang ada itu adalah cacahan dari sampah organik yang sudah menjadi bahan komposter. Itu akan digunakan sebagai pupuk di kawasan penyangga Pusat Kebudayaan Bali,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membedakan antara sampah organik dan material kompos yang sudah diolah.
“Bukan sampah organik, tapi material komposter. Itu sudah berbeda,” tegasnya.
Menurut Koster, proses pencacahan dilakukan di fasilitas pengolahan seperti TPS3R, sehingga material yang dihasilkan sudah siap dimanfaatkan.
Material kompos tersebut nantinya diproses lebih lanjut dengan penambahan cairan untuk dijadikan pupuk yang digunakan dalam program penghijauan di kawasan pesisir Pusat Kebudayaan Bali.
Ia menyebut luas area yang dimanfaatkan untuk penghijauan mencapai sekitar lima hektare dan dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Selain itu, Koster juga membantah kabar terkait anggaran hingga Rp400 miliar untuk program tersebut.
Baca Juga: Rumah Warga Roboh di Mendoyo, Bupati Jembrana Salurkan Bantuan dan Kawal Usulan Bedah Rumah
“Bohong, tidak ada anggaran sebesar itu,” tegasnya.
Terkait pengelolaan sampah secara keseluruhan, Koster kembali memastikan bahwa rencana penutupan TPA Suwung tetap berjalan sesuai jadwal.
“Tidak ada penundaan,” pungkasnya.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta menegaskan komitmen pemerintah dalam pengelolaan sampah berbasis pengolahan dan pemanfaatan berkelanjutan di Bali.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa