Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Berlangsung di Hari Pagarwesi, Ritual Sakral Digelar di Pasar Galiran untuk Jaga Rezeki Pedagang

I Wayan Adi Prabawa • Kamis, 9 April 2026 | 15:01 WIB
CARU: Prosesi caru dilaksanakan di Pasar Galiran, Klungkung, Rabu (8/4). (ist)
CARU: Prosesi caru dilaksanakan di Pasar Galiran, Klungkung, Rabu (8/4). (ist)

 

JembranaExpress.Com - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli, suasana berbeda terasa di Pasar Galiran. Pada Rabu (8/4), pasar tradisional ini mendadak dipenuhi nuansa sakral melalui pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya Caru Lebur Gangsa Nawa Gempang yang bertepatan dengan Hari Raya Pagarwesi.

 

Ritual ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan simbol penting untuk menjaga keseimbangan energi di pusat ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Dari Penebang Kayu ke Pemandu Wisata: Kisah Ritno Mengubah Wajah Desa Nyarai

Pemerintah Kabupaten Klungkung menjadi penggagas kegiatan ini sebagai bentuk penyucian secara niskala (spiritual). Upacara dipimpin langsung oleh I Made Satria, didampingi Ny. Eva Satria serta Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra.

 

Menurut Bupati Satria, pasar tradisional bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang pertemuan berbagai energi yang perlu dijaga keseimbangannya.

 

“Pasar adalah tempat bertemunya berbagai aktivitas dan kepentingan. Melalui upacara ini, kita memohon keselamatan serta kelancaran agar seluruh aktivitas perdagangan berjalan aman dan harmonis,” ujarnya.

 

Pelaksanaan upacara yang bertepatan dengan Budha Kliwon Sinta ini memiliki makna mendalam. Tidak hanya menjaga kesucian secara spiritual, tetapi juga diyakini mampu memperkuat roda ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Satpol PP Jembrana Tertibkan 11 Reklame Ilegal di Jalur Denpasar–Gilimanuk

Keseimbangan antara aspek sekala (fisik) dan niskala (spiritual) disebut menjadi kunci terciptanya lingkungan pasar yang nyaman. Dengan kondisi yang bersih lahir dan batin, pedagang maupun pengunjung diharapkan merasa lebih tenang dalam beraktivitas.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, I Komang Dharma Suyasa, menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 23 Maret 2026.

 

“Puncak kegiatan dilaksanakan hari ini dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesucian pasar sebagai pusat ekonomi rakyat,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Bali Dukung ASITA Selenggarakan Sport Tourism “Road to 100 Tahun Pariwisata Bali”

Dengan adanya ritual ini, Pasar Galiran diharapkan tidak hanya ramai secara aktivitas perdagangan, tetapi juga tetap harmonis secara spiritual—menjadi ruang ekonomi yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#upacara pecatuan #bhuta yadnya #pasar Galiran Klungkung #Hari Pagerwesi Hindu Bali #pedagang