JembranaExpress.Com - Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat pelestarian seni budaya Bali melalui program strategis “Banjar Menari”. Kini, melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, proses rekrutmen pelatih tari dan karawitan resmi dibuka untuk masyarakat.
Program ini dirancang untuk menjaga regenerasi seniman dari tingkat akar rumput, sekaligus memastikan setiap banjar memiliki mentor seni yang berkualitas.
Baca Juga: Perpanjang SIM Kini Bisa di Dealer, Astra Motor Tabanan Hadirkan SIM Keliling dan Promo MenarikPlt Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Made Widiana, menegaskan bahwa program ini berfokus pada penguatan kualitas pengajaran seni tradisional Bali.
“Esensi dari program ini adalah memastikan setiap banjar memiliki mentor yang kredibel. Kami fokus pada dua pilar utama seni pertunjukan Bali, yakni karawitan dan tari, agar standar estetika tetap terjaga sejak dini,” ujarnya, Rabu (7/4).
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah manajerial agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal di lapangan. Dalam waktu dekat, Disbud Badung juga akan menggelar rapat internal untuk mematangkan regulasi serta teknis distribusi pelatih ke masing-masing banjar.
Baca Juga: Lepas Burung Hantu di Sawah, Desa Bongkasa Lawan Hama Tikus Tanpa Pestisida
“Kami ingin memastikan mekanisme distribusi pelatih hingga skema pembinaan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.
Program Banjar Menari sendiri merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah. Diharapkan, kegiatan seni tidak hanya muncul saat festival, tetapi menjadi aktivitas rutin dalam kehidupan masyarakat.
“Kami ingin seni pertunjukan hidup dan berdenyut dalam keseharian masyarakat di banjar. Inilah esensi pelestarian budaya yang sesungguhnya,” jelas Widiana.
Baca Juga: Berlangsung di Hari Pagarwesi, Ritual Sakral Digelar di Pasar Galiran untuk Jaga Rezeki Pedagang
Adapun rekrutmen pelatih telah diumumkan secara daring melalui media sosial resmi Disbud Badung. Pendaftaran dibuka mulai 9 hingga 20 April 2026.
Calon pelatih yang ingin mendaftar wajib memenuhi kriteria, di antaranya lulusan Sarjana Seni atau memiliki pengalaman sebagai pelatih seni pertunjukan Bali.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi seniman baru sekaligus menjaga warisan budaya Bali tetap lestari di tengah perkembangan zaman.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa