Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Harga Cabai di Tabanan Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Pasokan Lancar Didominasi Dari Luar Bali

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 21 Januari 2025 | 16:50 WIB
Aktivitas pedagang cabai di Pasar Tabanan.
Aktivitas pedagang cabai di Pasar Tabanan.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Tabanan, Bali, masih bertahan tinggi di angka Rp 100 ribu per kilogram hingga Senin (20/1).

Kondisi ini sejalan dengan tren harga cabai di seluruh Bali dan beberapa daerah di Indonesia.

Meskipun harga tetap tinggi, para pedagang di Pasar Tabanan melaporkan pasokan cabai tetap lancar bahkan berlimpah.

Baca Juga: Berturut-turut Sejak Tahun 2023 Tak Dapat Siswa Baru, Penutupan SDN Blimbingsari Resmi Dilakukan Januari 2025

Dewi Adnyani, salah satu pedagang di Pasar Tabanan, menjelaskan bahwa meskipun stok cabai melimpah dengan kualitas baik, harga jual tetap tinggi karena mengikuti mekanisme pasar.

"Pasokan cabai rawit tetap lancar, bahkan berlimpah dengan kualitas bagus. Namun harganya tinggi, jadi kami jual Rp 100 ribu," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa cabai yang dijualnya berasal dari luar Bali, seperti Banyuwangi dan beberapa wilayah di Jawa Timur, karena musim panen cabai di Bali telah berakhir.

Aktivitas pedagang cabai di Pasar Tabanan.
Aktivitas pedagang cabai di Pasar Tabanan.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, I Nyoman Hari Sujana, membenarkan bahwa harga cabai di Tabanan mengalami kenaikan signifikan.

Baca Juga: Desa Menyali, Buleleng: Sukses Olah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Berkualitas, Kalim Bebas Serbuan Lalat Hijau

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga ini merupakan tren nasional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk mekanisme pasar dan faktor cuaca yang menyebabkan banyak pohon cabai mati.

"Harga cabai saat ini relatif tinggi, tidak hanya di Bali tetapi juga di seluruh Indonesia. Kenaikan harga disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari mekanisme pasar hingga faktor cuaca yang mengakibatkan banyak pohon cabai mati," jelasnya.

Baca Juga: Baru Seminggu Tinggal di Desa Ubung Kaja Denpasar, Delapan Penghuni Kos Jadi Korban Tanah Longsor, Tiga Orang Berhasil Selamat

Pemerintah Kabupaten Tabanan telah berupaya mengendalikan harga cabai melalui beberapa strategi.

Upaya preventif dilakukan melalui kerjasama antar pemerintah daerah melalui perusahaan umum daerah (perumda) masing-masing kabupaten/kota.

Selain itu,  gerakan penanaman cabai juga telah dimulai, meskipun masih bertahap karena terkendala faktor cuaca.

Meskipun pasokan cabai lancar dan melimpah, harga tinggi tetap menjadi beban bagi konsumen.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap langkah-langkah pengendalian harga yang dilakukan dapat segera memberikan dampak positif dan menstabilkan harga cabai di pasaran dalam waktu dekat.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#cabai #kenaikan #harga cabai #tabanan #Pasokan melimpah