Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Penyakit Kritis Naik 28 Persen, Zurich dan Danamon Luncurkan Perlindungan Optimal

Rika Riyanti • Jumat, 19 September 2025 | 13:33 WIB
President Director Zurich Edhi Tjahja Negara, bersama CEO APAC Zurich Insurance Group Tulsi Naidu dan Vice President Director Bank Danamon mengenalkan produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis
President Director Zurich Edhi Tjahja Negara, bersama CEO APAC Zurich Insurance Group Tulsi Naidu dan Vice President Director Bank Danamon mengenalkan produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis

JEMBRANAEXPRESS.COM - Kasus penyakit kritis di Indonesia menunjukkan tren kenaikan signifikan.

Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kemenkes RI mencatat, pada 2023 jumlah kasus meningkat hingga 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyakit jantung tercatat sebagai penyumbang prevalensi tertinggi.

Baca Juga: DPRD Tabanan Setujui Perubahan APBD 2025, Anggaran Belanja Naik Jadi Rp 2,351 Triliun

Kondisi ini menjadi alarm bahwa ancaman penyakit kritis tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga usia produktif yang sedang berada di puncak karier.

Padahal, Indonesia tengah bersiap memasuki bonus demografi 2030–2035, ketika mayoritas penduduk berusia 15–64 tahun.

Momentum ini hanya bisa dioptimalkan bila faktor kesehatan dan finansial masyarakat terjaga.

President Director Zurich Edhi Tjahja Negara, bersama CEO APAC Zurich Insurance Group Tulsi Naidu dan Vice President Director Bank Danamon mengenalkan produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis
President Director Zurich Edhi Tjahja Negara, bersama CEO APAC Zurich Insurance Group Tulsi Naidu dan Vice President Director Bank Danamon mengenalkan produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk berkolaborasi dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk meluncurkan produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis.

Baca Juga: Pemkab Tabanan Tindaklanjuti Pembukaan Lahan di Bedugul, Satpol PP Panggil Pemilik

Head of Bancassurance & Group Collaboration Zurich, Miressa Moravia, menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok usia produktif.

“Di era yang dinamis ini, masyarakat usia produktif semakin rentan terhadap risiko penyakit kritis. Oleh karena itu, Perlindungan Optimal Penyakit Kritis kami hadirkan sebagai solusi yang menyediakan perlindungan komprehensif, terjangkau, dan mudah diakses,” ujarnya, Kamis (18/9).

Produk ini tersedia melalui kanal perbankan, sehingga masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon, menegaskan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen menghadirkan solusi finansial dan kesehatan yang terintegrasi.

Baca Juga: Pohon Beringin Tua Ambruk di Pura Dalem Jimbaran, Penanganan Hormati Tradisi Adat

Selebriti Shahnaz Haque yang turut hadir dalam peluncuran menuturkan pengalaman pribadinya menghadapi penyakit kritis di keluarga.

“Pengalaman pribadi saya membuka mata bahwa risiko penyakit kritis bisa datang tanpa diduga, bahkan di usia yang masih produktif. Biaya pengobatan yang besar dapat menguras emosi dan finansial. Karena itu, memiliki perlindungan yang tepat sudah menjadi kebutuhan wajib,” ungkapnya.

Baca Juga: Kontingen Tabanan Raih 128 Medali di Porprov Bali XVI, Masuk Enam Besar Klasemen

Produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis menawarkan manfaat perlindungan hingga Rp1 miliar dengan premi mulai dari Rp250 ribu per bulan.

Nasabah akan mendapat perlindungan terhadap 34 jenis penyakit kritis, mulai dari tahap awal hingga terminal.

Fasilitas tambahan meliputi Second medical opinion, Double claim dan Pengembalian premi 25% jika tidak ada klaim dalam dua tahun.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#Data Ditjen P2P Kemenkes #Bank Danamon Indonesia #Zurich Asuransi Indonesia #Asuransi penyakit kritis #Penyakit kritis Indonesia #Perlindungan kesehatan finansial