JembranaExpress.Com - Perubahan besar bisa berawal dari satu langkah kecil. Itulah yang terjadi di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Di balik transformasi desa ini, ada sosok sederhana bernama Ritno Kurniawan.
Dulu, Ritno menjalani hidup seperti kebanyakan warga desa lainnya: menebang kayu di kawasan hutan Bukit Barisan. Penghasilan yang didapat pun tidak seberapa, sekitar Rp100 ribu sekali angkut, dengan risiko keselamatan yang tinggi serta dampak kerusakan lingkungan yang tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Satpol PP Jembrana Tertibkan 11 Reklame Ilegal di Jalur Denpasar–Gilimanuk
Namun, Ritno melihat sesuatu yang berbeda dari desanya. Di balik rimbunnya hutan, tersimpan potensi alam yang luar biasa—jalur trekking yang menantang, lubuk dan kolam alami yang jernih, hingga arus sungai yang cocok untuk arung jeram.
Berangkat dari keyakinan itu, Ritno mulai mengajak masyarakat untuk beralih dari aktivitas penebangan kayu ke pengelolaan wisata berbasis alam. Tidak mudah. Butuh pendekatan persuasif dan pendampingan langsung agar masyarakat mau mencoba hal baru.
Perlahan tapi pasti, perubahan mulai terjadi. Melalui dukungan program Desa Sejahtera Astra, masyarakat mendapatkan pelatihan, peralatan, serta pendampingan untuk mengelola potensi wisata secara profesional.
“Dulu sekitar 80% masyarakat bergantung pada penebangan kayu dengan risiko tinggi. Sekarang, mereka mulai percaya diri menjadi pemandu wisata dengan penghasilan mencapai Rp400 hingga Rp500 ribu per minggu,” ujar Ritno.
Baca Juga: Gubernur Bali Dukung ASITA Selenggarakan Sport Tourism “Road to 100 Tahun Pariwisata Bali”
Dalam waktu sekitar tiga bulan, warga yang sebelumnya tidak memahami standar pariwisata kini mampu menjadi pemandu wisata alam yang terampil. Saat ini, tercatat 45 pemandu arung jeram aktif dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang menjadi pengurus inti.
Transformasi ini tidak hanya mengubah cara masyarakat mencari nafkah, tetapi juga menghidupkan ekonomi desa. Homestay mulai bermunculan, layanan wisata berkembang, dan usaha kecil ikut tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara seperti Malaysia.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi dapat berjalan beriringan.
Baca Juga: Aksi Nyata Lapas Tabanan, Bersih-Bersih Pura Beji Bersama Warga
“Astra berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal. Ketika masyarakat mendapatkan akses pelatihan dan dukungan yang tepat, mereka tidak hanya memiliki penghidupan yang lebih baik, tetapi juga berperan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kini, Desa Sejahtera Astra Nyarai menjadi contoh nyata bagaimana perubahan bisa terjadi ketika masyarakat diberdayakan dan potensi lokal dikelola secara berkelanjutan. Dari hutan yang dulu ditebang, kini tumbuh harapan baru—bukan hanya untuk ekonomi, tetapi juga untuk masa depan lingkungan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa