Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Inspiratif! Perjalanan Mbak Kelik dari Lapak Kecil ke Bisnis Ayam Besar Omzet Setengah Miliar Perbulan

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 23 April 2026 | 08:36 WIB
Lapak ayam potong Mbak Kelik. (ist)
Lapak ayam potong Mbak Kelik. (ist)

JembranaExpress.Com - Di sudut Pasar Setonobetek, sebuah lapak kecil berukuran hanya 1,5 x 2 meter pernah menjadi titik awal perjalanan panjang seorang perempuan tangguh bernama Siti Cholifah.

Dari tempat sederhana itulah, sosok yang akrab disapa Mbak Kelik memulai langkahnya hingga kini mampu meraup omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu dan Anak Lulus S2 Hukum Bersamaan di Unmas Denpasar, Sang Ibu Raih Magna Cumlaude

Perjalanan itu tidak dimulai dengan kemewahan. Sejak 2007, Mbak Kelik berjualan kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dapur, sembako, hingga pernak-pernik rumah tangga. Usahanya berjalan stabil, hingga sebuah perubahan besar datang pada 2017.

Saat pasar direnovasi, ia terpaksa berhenti berdagang. Setelah pasar kembali dibuka, lokasi barunya yang kurang strategis membuat dagangannya sepi. Perlahan, usahanya meredup hingga akhirnya tutup.

Situasi tersebut sempat membuatnya kehilangan arah. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah.

Baca Juga: De Gadjah Soroti Darurat Sampah Bali, Tegaskan Tanggung Jawab Ada di Daerah

“Yang penting ada kemauan pasti ada jalan,” ujarnya mengenang titik balik hidupnya pada 2019.

 

Keputusan untuk beralih ke usaha ayam potong menjadi langkah berani yang mengubah segalanya. Dengan modal terbatas, Mbak Kelik mulai merintis dari nol. Ia kemudian mendapatkan dorongan dari rekan-rekannya untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia.

 

Pinjaman awal sebesar Rp15 juta menjadi bahan bakar awal pertumbuhan usahanya. Seiring waktu, kepercayaan dan skala bisnisnya meningkat hingga total pembiayaan yang dimanfaatkan mencapai Rp100 juta.

 

Hasilnya mulai terlihat. Usaha ayam potongnya berkembang pesat, bahkan menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Kini, pelanggan Mbak Kelik tidak hanya masyarakat umum. Ia juga memasok kebutuhan daging ayam ke kafe, hotel, hingga restoran di Kediri dan sekitarnya.

 

Dalam satu hari, ia mampu menjual sekitar 3 kuintal ayam. Saat permintaan meningkat, jumlah tersebut bisa melonjak hingga 5 kuintal per hari.

Baca Juga: Warga dan TNI Turun Tangan Bersihkan 2,5 Ton Sampah di Gilimanuk

Dengan harga sekitar Rp35 ribu per kilogram, omzet hariannya berkisar antara Rp10,5 juta hingga Rp17,5 juta. Jika diakumulasikan, omzet bulanan Mbak Kelik bisa mencapai Rp315 juta hingga Rp525 juta.

 

Sebuah angka yang dulu mungkin sulit ia bayangkan saat masih berjualan di lapak kecil.

 

Keberhasilan Mbak Kelik tidak lepas dari dukungan perbankan, khususnya program KUR yang aktif mendorong pertumbuhan UMKM. Kepala BRI Unit Pasar Pahing, Ayu Reza, menyebut mayoritas pedagang di pasar tersebut telah menjadi nasabah BRI.

 

Selain pembiayaan, BRI juga memberikan pendampingan dan edukasi, termasuk pemanfaatan layanan digital seperti BRImo dan sistem pembayaran QRIS.

 

Baca Juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Polisi Pantau SPBU di Melaya: Stok Aman, Situasi Kondusif

Pendekatan ini tidak hanya membantu transaksi menjadi lebih mudah, tetapi juga membuka akses UMKM ke ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.

 

Secara lebih luas, peran BRI dalam mendukung UMKM juga terlihat dari penyaluran KUR di wilayah Kediri. Branch Manager BRI BO Kediri, Adi Nugroho, menyebut hingga Maret 2026 penyaluran KUR telah mencapai Rp343 miliar.

 

Sebagian besar dana tersebut mengalir ke sektor produksi seperti pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi fondasi ekonomi masyarakat.

 

Kisah Mbak Kelik bukan sekadar cerita tentang angka dan omzet. Ini adalah tentang keberanian untuk memulai ulang, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

 

Dari lapak kecil di sudut pasar, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.

 

Justru, dari tempat paling sederhana, mimpi besar bisa tumbuh asal ada tekad untuk menjalaninya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#kur bri #mbak kelik #lapak ayam potong #BRILian #kediri