JEMBRANAEXPRESS.COM-Harga motor bekas Honda Win di berbagai daerah mulai wilayah Jawa sampai seputaran Bali kian melejit.
Tingginya permintaan motor jadul bermesin 4 tak ini turut menaikan harga motor Honda Win yang terakhir produksi 2005 silam ini.
Harga di pasaran tergantung kondisi masih di kisaran 9 sampai Rp 12 juta an.
Harga itu turut dipengaruhi oleh status legendarisnya serta kenangan yang tersimpan pada alat transportasi roda dua ini.
Honda Win 100 kerap disebut sebagai "Motor Pak Kades", lantaran banyak digunakan oleh instansi pemerintahan desa sejak era 1980 hingga awal 2000-an.
Motor ini memiliki nilai historis tersendiri dan menimbulkan ikatan emosional bagi banyak orang, terutama mereka yang ingin bernostalgia dengan masa lalu.
Tak hanya itu, tren motor klasik yang belakangan ini semakin populer turut menambah gengsi dari Honda Win 100.
Motor ini pun menjadi incaran para kolektor sepeda motor klasik, baik untuk dipajang maupun untuk digunakan dalam berbagai kegiatan komunitas.
Baca Juga: Lagi Trend di Bali! Modifikasi Motor GL Cepek: Jadi Ingat Waktu Dibonceng Ayah
Spesifikasi Honda Win 100
Meski terkesan sederhana, Honda Win 100 dikenal tangguh dan irit bahan bakar. Berikut spesifikasi umum dari motor ini:
- Tipe Mesin : 4-stroke, SOHC, satu silinder
- Kapasitas Mesin: 97,1 cc
- Sistem Pendingin: Pendingin udara
- Transmisi: Manual 4 percepatan (N-1-2-3-4)
- Sistem Starter: Kick starter
- Tenaga Maksimum: Sekitar 8,2 PS @ 8.000 rpm
- Torsi Maksimum: Sekitar 7,1 Nm @ 6.000 rpm
- Sistem Bahan Bakar: Karburator
- Kapasitas Tangki: ±9 liter (termasuk cadangan ±1,5 liter)
- Berat Kosong: Sekitar 92 kg
- Rem Depan & Belakang: Tromol
- Suspensi Depan: Teleskopik
- Suspensi Belakang: Lengan ayun dengan peredam ganda
Meski memiliki segudang alasan di balik tingginya harga bekas Honda Win, proses restorasi motor satu ini tidaklah mudah. Suku cadang asli Honda Win 100 semakin sulit ditemukan di pasaran.
Hal ini membuat proses restorasi cukup menantang dan tentunya memerlukan biaya besar, terutama jika mengedepankan orisinalitas. (*)
Editor : Suharnanto