DENPASAR, JEMBRANA EXPRESS-Polsek Denpasar Selatan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian seorang perempuan bernama CER, 29, di kos-kosan kawasan Sidakarya pada Rabu (21/2) lalu.
Mulanya, CER disebutkan meninggal akibat gantung diri namun terdapat beberapa kejanggalan yang perlu diusut.
Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Ida Ayu Made Kalpika Sari, menjelaskan jenazah CER saat ini masih berada di Rumah Sakit Bali Mandara.
Pihak kepolisian berencana melakukan pemeriksaan forensik atau autopsi terhadap jenazah pada Sabtu, 24 Februari 2024, sekitar pukul 14.00 WITA.
Kalpika menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil pemeriksaan kondisi jenazah CER yang dilakukan oleh Dokter RS Bali Mandara dibandingkan dengan kondisi orang yang gantung diri pada umumnya.
“Namun, untuk memastikan fakta-fakta tersebut, pihak kepolisian menunggu hasil autopsi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan,”kata Kalpika Sari dilansir dari Bali Express (Jawa Pos Group).
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi disebutkan telah memeriksa delapan orang saksi dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada yang mendengar keributan atau memiliki kecurigaan terkait penyebab kematian CER.
Baca Juga: Duh, Pulang Beli Rokok, Suami di Denpasar Dapati Istri Meninggal Tergantung di Ventilasi Kamar Kos
Pemeriksaan CCTV juga tidak menunjukkan keanehan, dan proses dari suami korban masuk hingga keluar dengan membawa korban ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit berlangsung sangat cepat, hanya tujuh menit.
Sebelumnya, CER ditemukan meninggal oleh suaminya, DBYS, yang baru pulang dari membeli rokok di warung dekat kos.
Korban sebelumnya pernah melakukan percobaan gantung diri dan diselamatkan oleh tetangga.
Pemeriksaan dokter di RS Bali Mandara mencatat bahwa denyut nadi korban sudah tidak ada, respon tidak ada, dan reflek pupil/mata negatif. Hasil rekam gantung Flet datar atau tidak ada irama.
Ciri-ciri korban gantung diri pada umumnya, seperti tidak adanya bekas simpul berbentuk V, lidah tidak menjulur, dan tidak ada air mani serta BAB, tidak kelihatan pada jenazah. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express