JembranaExpress.Com - Duka menyelimuti warga Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, setelah peristiwa tragis hanyutnya kakek dan cucu di aliran Sungai Tukad Aye, Selasa (7/4) sore.
Dalam kejadian tersebut, sang kakek, I Ketut Budasa (61), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara cucunya, Gede Vikram Kabinawa (6), hingga kini masih dalam pencarian.
Baca Juga: Larangan Pembakaran Sampah di Bali, Koster: Hanya Sampah Residual yang Dilarang
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di Banjar Dinas Kanginan, Desa Bontihing. Diduga, kejadian bermula saat debit air sungai tiba-tiba meningkat akibat kiriman air dari wilayah hulu.
Kasi Humas Polres Buleleng, Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa sang cucu lebih dahulu terseret arus deras. Melihat hal tersebut, korban berusaha menolong, namun justru ikut terbawa arus.
“Korban berusaha menolong cucunya yang lebih dulu hanyut, tetapi karena arus sangat deras, keduanya akhirnya terbawa,” jelasnya.
Peristiwa ini sempat disaksikan warga sekitar yang berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat usaha tersebut tidak berhasil.
Baca Juga: 29 Warga Terdampak Banjir di Jembrana Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Tim gabungan langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Sekitar pukul 17.50 Wita, korban kakek ditemukan tersangkut di bebatuan dalam kondisi tidak bernyawa, dengan luka di bagian kepala yang diduga akibat benturan.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Sementara itu, proses pencarian terhadap korban anak masih terus dilakukan. Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, serta warga setempat melakukan penyisiran secara intensif mengikuti aliran sungai.
Baca Juga: Penggunaan SPKLU di Bali Melonjak 899 Persen saat Libur Nyepi–Lebaran 2026
“Kami masih terus melakukan pencarian secara bertahap,” tambahnya.
Hingga saat ini, suasana duka masih menyelimuti keluarga dan warga sekitar, yang berharap korban segera ditemukan di tengah musibah yang memilukan ini.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa