JembranaExpress.Com - Peristiwa tragis terjadi di perairan Muara Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Minggu (10/5) sore. Seorang ayah berinisial SB (48) dinyatakan meninggal dunia diduga setelah berusaha menyelamatkan dua anaknya yang terseret arus muara.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di kawasan perairan Muara Indah Pengambengan. Saat kejadian, seorang nelayan bernama Iwan Dahilin asal Desa Pengambengan sedang memancing bersama anak dan keponakannya menggunakan sampan.
Baca Juga: Bupati Jembrana Hadiri Loka Sabha VIII MGPSSR, Tekankan Kualitas Persaudaraan Pasek
Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman menjelaskan, saksi melihat seorang pria bersama dua anak laki-laki mengambang di laut sambil meminta pertolongan.
“Pertama kali korban ditemukan mengambang bersama kedua anaknya di perairan muara. Kemungkinan korban sedang mandi, lalu anaknya terseret arus dan korban berusaha menyelamatkan,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, nelayan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Dua anak korban lebih dulu berhasil diselamatkan dan dibawa ke tepi pantai dalam kondisi selamat.
Setelah memastikan kedua anak aman, saksi kembali menuju lokasi untuk mengevakuasi korban ke atas perahu sebelum dibawa ke Pantai Muara Indah Pengambengan.
Baca Juga: Bupati Jembrana Lepas 90 Calon Jamaah Haji 2026, Tambah Bantuan Hotel di Surabaya
Korban kemudian dibawa keluarga ke Puskesmas II Negara menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah mendapatkan pemeriksaan medis dari dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
“Korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan kedua anaknya selamat,” tambah Kamaruzzaman.
Sementara itu, Kapolsek Negara, Andi Prasetio mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Petugas melakukan pendataan terhadap para saksi serta berkoordinasi dengan tenaga medis terkait peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban dinyatakan meninggal dunia begitu sampai di Puskesmas II Negara. Pihak keluarga mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa