KARANGASEM, JEMBRANA EXPRESS - Kabupaten Karangasem Bali ternyata menyimpan kuliner legendaris yang terkenal sejak puluhan tahun bernama Blayag.
Tak diketahui secara pasti kenapa makanan satu ini diberi nama Blayag. Pastinya makanan yang diolah secara tradisional ini cukup dikenal masyarakat ujung timur pulau Bali ini hingga sekarang.
Tak sedikit masyarakat memilih berjualan Blayag karena sudah familiar di Karangasem. Namun, dibalik banyaknya pedagang yang ada, mungkin sosok Mek Sambru menjadi salah satu legenda untuk kuliner satu ini.
Mek Sambru diusianya yang tak muda lagi masih konsisten hingga kini menjual Blayag di Jalan Gajahmada, Amlapura.
Tak tanggung-tanggung, profesi ini dilakoni puluhan tahun lamanya. "Sudah sejak tahun 1967, dari saya bajang (remaja)," ujar Mek Sambru yang memiliki nama asli Ni Made Resti.
Hingga kini, Mek Sambru tak pernah surut untuk tetap melestarikan makanan tradisional.
Ia masih terlihat bersemangat menyapa dan menyambut pelanggan yang datang untuk membeli olahannya tersebut.
Sekalipun orang baru yang datang, ia sangat akrab menyapa seolah sudah menjadi pelanggan setia.
Memanfaatkan emperan toko, ia mulai berjualan sejak pukul 12.00. Paling lama olahannya ludes sampai pukul 18.00. "Kalau ramai mungkin lebih awal. Mungkin pukul 16.00," tambahnya.
Baca Juga: Kuliner Terfavorit di Sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi
Dalam satu hari, Mek Sambru mengaku mendapat omzet tidak menentu. Dengan menjual Blayag Rp20-25 ribu dalam satu porsi, dirinya bisa mendapat hasil penjualan sebesar Rp1,5 juta. "Namanya jualan, kadang ramai kadang sepi," tandasnya.
Berkat ketekunannya Mek Sambru pernah meraih berbagai penghargaan berupa sertifikat dari pemerintah.
"Ya baru-baru ini mendapat sertifikat lagi waktu acara di lapangan (Chandra Bhuana)," pungkasnya. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express