BULELENG, JEMBRANAEXPRESS - Bali bukan hanya memiliki kekayaan pantai. Alam pegunungan juga jadi daya tarik Bali. Bagi yang suka trekking di Bali, taman wisata alam Danau Buyan dan Danau Tamblingan cukup menarik untuk dicoba.
Jalur trekking Danau Buyan-Tamblingan berada di dalam hutan lindung.
Lokasi dua danau dan jalur trekking ini ada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Atau bertahan di utara Bedugul.
Pengungung bisa mengambil start dari Danau Tamblingan. Di sini sudah ada tempat parkir yang luas.
Jalur trekking dari Danau Buyan ke Danau Tamblingan mencapai 6,5 kilometer. Sehingga untuk bolak-balik memakan waktu 13 kilometer.
Perjalanan di jalur trekking ini akan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Jika berjalan dengan santai.
Di dalam hutan ini terdapat banyak flora dan fauna. Pepohonan yang umumnya ada di sini seperti damar, rasamala, cemara, bunut, dan lainnya.
Untuk fauna, di antaranya berbagai jenis burung. Di antaranya elang, burung hantu, kepodang, tekukur, hingga pelatuk.
Beberapa jenis mamalia juga menjadi penghuni hutan ini. Di antaranya trenggiling, jelarang, landak. Jika cukup beruntung bisa bertemu kijang.
Dilihat di kanal Youtube Anindya Trip, pihak pengelola menyarankan agar trekking dimulai Pukul 09.00, ketika embun mengering sehingga tidak terlalu basah.
Bagi yang tahu jalur trekking, bisa langsung tancap dari Danau Buyan ke Tamblingan.
Akan tetapi bagi yang baru ke sana, atau takut tersesat, telah disediakan jasa pemandu yang bertarif Rp300 ribu.
Baca Juga: Maestro Karawitan Jadi Korban Tragedi 1965, Desa Kedis Buleleng Terus Meregenerasi Gong Kebyar Anak
Rute jalur trekking tidak terlalu sulit. Sebagian besar datar. Hanya beberapa bagian berupa tanjakan dan turunan.
Sehingga pengunjung tetap harus hati-hati agar tidak sampai terpleset.
Di jalur trekking dalam hutan terdapat pura berupa Pelinggih Ida Bhatara Jero Nyoman.
Bagi masyarakat Bali, biasanya akan berhenti sejenak untuk bersembahyang, meminta izin dan memohon keselamatan saat memasuki wilayah ini.
Masih di jalur ini juga ada tempat suci bernama Pura Tajun. Ketika menjelang sampai di Danau Tamblingan, akan bertemu Pura Dalem Tamblingan.
Namun, pengunjung harus tetap berhati-hati sepanjang perjalanan di hutan ini.
Baca Juga: Bermodal Rp100 Ribu, Tidak Rugi Melihat Mamalia Laut Cantik di Lovina Bali
Sebab ada hewan sejenis cacing yang menghisap darah.
Hewan ini disebut pacet, masih sebangsa cacing tanah atau lintah.
Hewan ini bisa berukuran sangat kecil, seperti benang. Namun, ketika menghisap darah inangnya, misalnya manusia, dia bisa menjadi gemuk oleh darah.
Baca Juga: Turis Rusia Tewas Snorkeling di Pantai Bias Karangasem, Bali, Begini Kesaksian Rekan Korban
Apalagi saat seseorang diisap pacet, rata-rata mereka tidak merasakan.
“Meskipun pacet ini menghisap darah kita, tidak membuat kita terasa sakit,” kata pembuat konten. ***
Editor : Y. Raharyo