Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Bosan di Bali Cuma ke Pantai? Jalur Trekking Danau Buyan-Tamblingan Perlu Dicoba, Tapi Awas Ada Cacing Pengisap Darah

Y. Raharyo • Minggu, 4 Februari 2024 | 23:10 WIB
Danau Tamblingan di Buleleng terdapat jalur trekking dari Danau Buyan.
Danau Tamblingan di Buleleng terdapat jalur trekking dari Danau Buyan.

BULELENG, JEMBRANAEXPRESS -  Bali bukan hanya memiliki kekayaan pantai. Alam pegunungan juga jadi daya tarik Bali. Bagi yang suka trekking di Bali, taman wisata alam Danau Buyan dan Danau Tamblingan cukup menarik untuk dicoba. 

Jalur trekking Danau Buyan-Tamblingan berada di dalam hutan lindung. 

Lokasi dua danau dan jalur trekking ini ada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Atau bertahan di utara Bedugul.

Baca Juga: Keunikan Pura Prapat Agung di TNBB Jembrana, Ada Telaga Warna-Warni yang Tak Pernah Kering Meski Kemarau Panjang

Pengungung bisa mengambil start dari Danau Tamblingan. Di sini sudah ada tempat parkir yang luas.

Jalur trekking dari Danau Buyan ke Danau Tamblingan mencapai 6,5 kilometer. Sehingga untuk bolak-balik memakan waktu 13 kilometer.

Perjalanan di jalur trekking ini akan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Jika berjalan dengan santai.

Baca Juga: Bosan ke Situ-Situ Saja? Ini Pulau Cantik Tidak Berpenghuni di Ujung Pulau Bali, Hobi Diving Bisa Ketagihan!

Di dalam hutan ini terdapat banyak flora dan fauna. Pepohonan yang umumnya ada di sini seperti damar, rasamala, cemara, bunut, dan lainnya.

Untuk fauna, di antaranya berbagai jenis burung. Di antaranya elang, burung hantu, kepodang, tekukur, hingga pelatuk.

Beberapa jenis mamalia juga menjadi penghuni hutan ini. Di antaranya trenggiling, jelarang, landak. Jika cukup beruntung bisa bertemu kijang.

Baca Juga: Terlihat Saat Menyeberang dari Gilimanuk-Ketapang, Pantai di Jembrana Ini Masih Perawan dan Tertutup Hutan

Dilihat di kanal Youtube Anindya Trip, pihak pengelola menyarankan agar trekking dimulai Pukul 09.00, ketika embun mengering sehingga tidak terlalu basah.

Bagi yang tahu jalur trekking, bisa langsung tancap dari Danau Buyan ke Tamblingan. 

Akan tetapi bagi yang baru ke sana, atau takut tersesat, telah disediakan jasa pemandu yang bertarif Rp300 ribu.

Baca Juga: Maestro Karawitan Jadi Korban Tragedi 1965, Desa Kedis Buleleng Terus Meregenerasi Gong Kebyar Anak

Rute jalur trekking tidak terlalu sulit. Sebagian besar datar. Hanya beberapa bagian berupa tanjakan dan turunan.

Sehingga pengunjung tetap harus hati-hati agar tidak sampai terpleset.

Di jalur trekking dalam hutan terdapat pura berupa Pelinggih Ida Bhatara Jero Nyoman.    

Baca Juga: Mau Kabur ke Malang, Bandar Narkoba Pegayaman Dibekuk di Terminal Mengwi, Langsung Dikeler Cari Barang Bukti

Bagi masyarakat Bali, biasanya akan berhenti sejenak untuk bersembahyang, meminta izin dan memohon keselamatan saat memasuki wilayah ini.

Masih di jalur ini juga ada tempat suci bernama Pura Tajun. Ketika menjelang sampai di Danau Tamblingan, akan bertemu Pura Dalem Tamblingan.

Namun, pengunjung harus tetap berhati-hati sepanjang perjalanan di hutan ini.

Baca Juga: Bermodal Rp100 Ribu, Tidak Rugi Melihat Mamalia Laut Cantik di Lovina Bali

Sebab ada hewan sejenis cacing yang menghisap darah.

Hewan ini disebut pacet, masih sebangsa cacing tanah atau lintah.

Hewan ini bisa berukuran sangat kecil, seperti benang. Namun, ketika menghisap darah inangnya, misalnya manusia, dia bisa menjadi gemuk oleh darah.

Baca Juga: Turis Rusia Tewas Snorkeling di Pantai Bias Karangasem, Bali, Begini Kesaksian Rekan Korban

Apalagi saat seseorang diisap pacet, rata-rata mereka tidak merasakan.

“Meskipun pacet ini menghisap darah kita, tidak membuat kita terasa sakit,” kata pembuat konten. ***

Editor : Y. Raharyo
#trekking danau tamblingan #danau buyan #bali #pacet