BADUNG, JEMBRANAEXPRESS - Kalau sudah hobi, mau bilang apa? Kadek Wawan Wijaya salah satunya. Pria asal Kuta ini punya hobi mancing.
Demi menyalurkan hobinya sejak kecil itu, pria yang kini menjadi salah satu youtuber mancing favorit asal Bali ini rela merogoh kocek untuk melengkapi alat mancing hingga seharga mobil.
Pemancing yang satu ini memang doyan mancing di laut. Tentu saja, peralatan memancing di laut tidak bisa sembarangan. Mesti memadai. Apalagi harus menghadapi ikan monster alias ikan berukuran besar.
Harganya bisa puluhan hingga ratusan juga. Karena sudah hobi, dia sudah tidak peduli.
Melalui kanal Youtube Kadek Wawan Wijaya, dia setiap tiga atau empat hari sekali mengunggah aktivitas memancingnya di lautan.
Dia terkenal juga dengan tag line khasnya yakni "Mancing Vlog Bali (MVB), Gokil". Memulai konten memancing sejak tahun 2017, kini subscriber kanal youtubenya sudah mencapai 268 ribu.
Karena sering membuat konten video soal mancing, Wawan Wijaya pernah diundang hingga ke Malaysia untuk mengikuti kejuaraan. Dia bersama rekannya membawa nama tim Indonesia, dan berhasil menjadi juara untuk kategori spesies.
Selain Malaysia, dia juga pernah mancing hingga ke Jepang juga pernah dijajalnya. Hanya, saat itu konteksnya saat jalan-jalan bersama keluarga.
"Waktu itu kebetulan ada teman dari Bali kerja di Jepang. Ya sudah, langsung gas mancing, tapi ya hasilnya nihil. Karena pas musim dingin," bebernya.
Kalau di Indonesia, Wawan pernah menjajal perairan Papua selama 5 hari.
Perjalanannya itu pun telah disebar luaskan di channelnya dan respon para angler sangat positif. Tapi, lokasi mancing lebih banyak ia dilakukan di perairan Bali.
Nah, disentil soal 'persenjataannya' untuk memancing, Wawan sedikit malu-malu mengungkapkannya. Menariknya, harga alat pancingnya bisa dapat mobil.
"Sampai puluhan bahkan ratusan juta. Ya kembali ke hobi. Orang Bali bilang memuduh, kalau sudah menjalankan hobi. Intinya kembali ke tujuan itu. Kalau pakai lama dan terus menerus, ya memang kualitas alatnya yang ditentukan," terangnya. ***
Editor : Y. Raharyo