JEMBRANA EXPRESS-Rasanya begitu gurih, pedas, dan segar, dengan warna kuning yang mengingatkan pada bumbu makan khas dari Karangasem, Blayag.
Bumbu tersebut merata di atas campuran sayur mayur yang telah direbus, diantaranya daun ketela, mentimun, pare, hingga kacang panjang.
Gabungan bumbu yang lezat dan berbagai jenis sayuran ini dikenal sebagai Jukut Base Baas.
Jukut memiliki arti sayur, sementara Base Baas adalah bumbu kuning terbuat dari beras dan campuran rempah-rempah.
Kuliner ini merupakan hidangan tradisional khas Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali Utara.
Meskipun kini sudah jarang ditemui setiap hari, Jukut Base Baas biasanya menjadi menu ramai dijual ketika ada upacara yadnya di Desa Tamblang.
Menurut Ketut Budarasi, seorang warga setempat yang masih aktif membuatnya, kuliner ini menjadi pilihan utama saat piodalan di pura.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Truk Tewaskan Driver Ojol di Jalan Mahendradatta Denpasar
Budarasi, wanita berusia 80 tahun, terus bersemangat dalam pembuatan Jukut Base Baas. Rasanya yang kaya bumbu membuat setiap suapan begitu memuaskan.
"Kalau tidak begitu, tidak enak. Nyeb (hambar)," ujarnya sambil menata sayuran di atas tekor daun.
Harga yang terjangkau, hanya Rp3.000 per porsi atau tekornya, membuat Jukut Base Baas menjadi favorit di Desa Tamblang.
Meski terkenal, tidak diketahui siapa pelopor pembuatnya di desa tersebut, begitu juga alasan munculnya saat upacara yadnya.
Bahan makanan desa yang mudah ditemui menjadi keunggulan Jukut Base Baas, dengan kolaborasi sayur mayur dan bola-bola singkong sebagai tambahan karbohidrat dalam hidangan khas tersebut.(*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express