Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sambal Mamone: Sensasi Pedas Nusantara yang Mendunia, Berawal dari Modal 300 Ribu

I Putu Mardika • Rabu, 24 April 2024 | 00:40 WIB

 

Mahendri saat menunjukkan sambal Mamone di Kedai Sambal Mamone Singaraja
Mahendri saat menunjukkan sambal Mamone di Kedai Sambal Mamone Singaraja
JEMBRANA EXPRESS-Pecinta pedas di Singaraja, Buleleng, pasti sudah familiar dengan Sambal Mamone. Sambal ini tak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga telah menembus pasar internasional hingga Turki dan Maladewa.

Tak sulit menemukan Kedai Sambal Mamone. Lokasinya di Jalan Ngurah Rai Singaraja, tepat di depan Rumah Sakit TNI AD. Kedainya didominasi warna ungu yang mencolok, menjadi ciri khas Sambal Mamone.

Di rak-rak kedai, tersusun rapi puluhan jenis sambal yang dikemas dalam botol 200 ml. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai menu seperti ayam geprek dan ayam goreng langsung di kedai, ditemani sambal khas Mamone yang pedas dan lezat.

Niluh Mahendri, pemilik Sambal Mamone, menceritakan awal mula usahanya yang dimulai pada tahun 2021.

Saat itu, dia masih bekerja di bank. Demi menambah penghasilan, dia mencoba membuat sambal dengan modal hanya Rp 300.000.

Sambalnya dia kemas dalam botol kecil dan ternyata banyak disukai pelanggan.

"Awalnya, saya jual ke teman-teman dan di media sosial. Ternyata banyak yang pesan," ujarnya .

Sejak saat itu, Mahendri semakin termotivasi untuk mengembangkan bisnis sambalnya. Dia ingin memperkenalkan sambalnya ke seluruh Nusantara dan bahkan hingga ke mancanegara.

Mahendri tak hanya ingin menghadirkan sambal pedas yang lezat, tapi juga ingin membantu petani lokal di Buleleng.

Sebagian besar bahan baku sambalnya, seperti cabai dan bawang, berasal dari Bungkulan, Buleleng. Dia bahkan membeli hasil panen mereka, berapa pun jumlahnya.

"Missal cabe dari 1 kg sampai 20 kg kami akan tampung. Ini juga yang membuat sambal kami tahan bisa 3 bulan tanpa bahan pengawet, karena bahannya fresh semua," jelasnya.

Dengan cara ini, Mahendri membantu petani lokal mendapatkan penghasilan yang stabil. "Jadi semakin besar sambal mamo, maka petani semakin Sejahtera. Inilah konsep sosialpreneur," sebutnya.

Sambal Mamone tak hanya terkenal di Buleleng dan Bali, tapi juga telah diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Maladewa, dan Turki. Sambal ini digemari karena kepraktisannya dan rasa pedasnya yang khas.

Mahendri memproduksi sembilan jenis sambal, di antaranya Sambal Teri Medan, Sambal Baby Cumi, Sambal Geprek, Suna Cekuh, Sambal Ijo, Sambal Korek, Sambal Bumbu Genep, Sambal Embe, dan Sambal Terasi. Sambal Baby Cumi adalah yang paling laris.

Saat ini, Mahendri telah mempekerjakan 14 orang karyawan, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Dia ingin membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga.

Sambal Mamone adalah bukti bahwa bisnis kecil pun bisa berkembang pesat dan mendunia. Dengan kegigihan, kreativitas, dan komitmen sosial, Mahendri berhasil mengubah sambalnya menjadi produk yang digemari banyak orang, sekaligus membantu masyarakat di sekitarnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#sambal #Singaraja #pedas #ungu #bisnis #Sambal Mamone #indonesia #omset #nusantara