Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Mengenal Mushroom dan Bahayanya, Jamur Tahi Sapi yang Dicari Dua Pemuda Air Kuning saat Nyepi di Jembrana

Y. Raharyo • Selasa, 12 Maret 2024 | 23:18 WIB
Dua pemuda Desa Air Kuning keluyuran saat Nyepi dalam kondisi mabuk dan cari mushroom atau jamur tahi sapi.
Dua pemuda Desa Air Kuning keluyuran saat Nyepi dalam kondisi mabuk dan cari mushroom atau jamur tahi sapi.

JEMBRANAEXPRESS - Dua pemuda asal Desa Air Kuning, Jembrana, MR (23) dan AB (21) bikin geger. Dia keluyuran menggunakan sepeda motor hingga ke Desa Perancak pada sore hari di Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946, Senin (11/3/2024). Mereka sedang cari mushroom atau jamur tahi sapi.

Video keduanya yang ditangkap pecalang pun viral. Dia juga sempat kena bogem warga yang geram oleh kelakuannya.

Kedua pemuda itu berboncengan mengendarai sepeda motor menuju Desa Perancak dengan menyusuri pinggir pantai Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak.

Sebelumnya, mereka telah menenggak minuman keras di areal gubuk persawahan di Desa Air Kuning.

Setelah itu, keduanya ingin sensasi mabuk yang lain lagi. Yakni ingin mengonsumsi mushroom, jamur yang biasa tumbuh di kotoran sapi atau kerbau.

Saat cari mushroom di pesisir pantai, motor mereka tak kuat menanjak dari pinggir pantai menuju kebun. Suara knalpotnya pun terdengar keras hingga memancing warga. Dia pun didatangi warga yang sedang menjalankan Nyepi.

Warga dan Pecalang Desa Adat Perancak kemudian mengamankan MR dan AB dan membawa mereka ke Balai Banjar Dangin Berawah. Selanjutnya, mereka digiring ke Polres Jembrana untuk penanganan lebih lanjut.

"Ada dua orang yang sudah diamankan. Saat ini kami sedang dalami pelanggarannya," ujar Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Agus Riwayanto Diputra, Selasa (12/3/2024).

Lantas apa sebetulnya mushroom yang sedang dicari kedua pemuda tersebut?

Dilansir dari laman BNN, Magic Mushroom memiliki nama ilmiah Psilocybe cubensis. Merupakan jamur yang mengandung psilocybin, bahan psikoaktif dan halusinogen.

Bentuknya menyerupai jamur kering pada umumnya dengan ciri khas batang ramping berwarna abu keputihan dan tudung coklat gelap berbintik putih di tengahnya.

Jamur ini sudah dikategorikan sebagai Narkotika Golongan I dalam Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009. Akan tetapi, jamur ini masih marak disalahgunakan, terutama oleh generasi muda, karena rasa penasaran terhadap sensasi halusinasi yang ditawarkannya.

Saat dikonsumsi, psilocybin diubah menjadi psilocin dalam tubuh dan meningkatkan kadar serotonin dalam otak, menyebabkan persepsi yang tidak biasa. Efeknya berlangsung sekitar 20-40 menit dan dapat bertahan hingga 6 jam

Efek samping Magic Mushroom bermacam-macam. Dari Efek fisik dan efek mental.

Secara fisik, efeknya antara lain pupil melebar, rasa kantuk, sakit kepala, Peningkatan denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh, koordinasi tubuh menurun, otot melemah, mual, dan menguap.

Secara mental, mushroom berefek pada gangguan persepsi terhadap waktu, tempat, dan realita; euforia, halusinasi visual dan pendengaran, pengalaman spiritual, reaksi panik, paranoid, psikosis, rasa gugup dan gelisah.

Penyalahgunaan Magic Mushroom sangat berbahaya, antara lain:

Penyalahgunaan Magic Mushroom dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang bahaya Magic Mushroom, juga memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran dan penyalahgunaan jamur ini, memberikan akses yang mudah kepada layanan rehabilitasi bagi penyalahguna Magic Mushroom, 

Magic Mushroom dapat dimakan mentah, kering, dicampur makanan, direbus, dan diolah menjadi berbagai bentuk, seperti cairan isolat tunggal dalam vial atau serbuk.

Penyalahguna Magic Mushroom biasanya mengonsumsinya bersama alkohol, yang meningkatkan risiko psikologis dan fisik. ***

Editor : Y. Raharyo
#jamur kotoran sapi #jembrana #jamur tahi sapi #desa air kuning #nyepi #bali #mushroom