Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Ngayah Tanpa Gaji, Pecalang Bali Tegaskan Komitmen Jaga Adat di Tengah Ancaman Premanisme Berkedok Ormas

Rika Riyanti • Sabtu, 17 Mei 2025 | 18:16 WIB
Ribuan pecalang se Bali gelar agung pecalang di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Kamis (17/5/2025)
Ribuan pecalang se Bali gelar agung pecalang di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Kamis (17/5/2025)

JEMBRANAEXPRESS.COM- Sekjen Pasikian Pecalang Bali, Ngurah Pradnyana menyebut Gelar Agung Pacalang adalah simbol nyata komitmen dan kekompakan pecalang se-Bali.

 

“Dari data terakhir, lebih dari 13 ribu pecalang hadir, termasuk para pecalang istri. Ini adalah bukti semangat luar biasa mereka dalam menjaga keharmonisan adat,” kata Ngurah di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Kamis (17/5/2025).

 

Meski belum ada kejelasan soal insentif, Ngurah menekankan bahwa para pecalang tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

“Selama ini kami ngayah, tanpa digaji. Tapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk tetap menjaga Bali,” tegasnya.

 

Kegiatan besar ini juga menjadi ruang aspirasi, di mana para pecalang bisa menyampaikan suara dan harapan mereka.

Meski waktu pelaksanaan terbatas, energi dan komitmen para pecalang terlihat menyala.

 

“Waktu singkat, tapi pesan kami jelas: pecalang adalah benteng adat Bali, dan kami akan terus berdiri tegak untuk menjaga pulau ini dari gangguan luar,” pungkas Ngurah.

 

 

Sebelumnya Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa deklarasi ini lahir dari keprihatinan terhadap fenomena premanisme berkedok ormas.

Menurutnya, Pasikian Pecalang Bali secara kolektif ingin menyatukan sikap demi menjaga kedamaian dan stabilitas adat di Bali.

 

“Preman dengan label ormas itu kian meresahkan. Inisiatif pecalang ini murni untuk menegaskan posisi mereka sebagai penjaga adat yang tak tergoyahkan, meskipun tidak mendapat honor tetap,” ujar Sukahet.

Ia juga mengungkapkan bahwa MDA Bali terus mendorong komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi agar peran pecalang mendapat perhatian serius, termasuk dalam bentuk insentif dan dukungan kesejahteraan. (*)

 

 

Editor : Suharnanto
#Premanisme Berkedok Ormas #Pecalang Bali #komitmen jaga adat #gelar agung pecalang #bali