Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tekankan Disiplin dan Tata Kelola dalam Penguatan Organisasi

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 18 Mei 2026 | 08:34 WIB
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat menjadi pembicara di SUSBANPIM Banser di Semarang. (ist)
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat menjadi pembicara di SUSBANPIM Banser di Semarang. (ist)

JembranaExpress.Com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menegaskan pentingnya disiplin, tata kelola organisasi yang baik, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama membangun organisasi yang kuat dan profesional.

 

Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan VIII yang digelar di Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia di Kabupaten Semarang, Kamis (14/05/2026).

Baca Juga: Penyelundupan Satwa di Gilimanuk Digagalkan, Puluhan Anakan Burung Disembunyikan dalam Dus

Di hadapan 105 kader Banser dari berbagai daerah, Menteri Nusron menjelaskan bahwa konsep good governance dalam organisasi pada dasarnya bertumpu pada tiga hal utama, yakni disiplin, pembagian tugas yang jelas, serta konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan kerja.

 

“Kalau kita bicara good governance dan tata kelola, teorinya banyak, tapi intinya ada tiga. Pertama disiplin, kedua pembagian tugas yang jelas, dan ketiga lakukan apa yang ditulis serta tulis apa yang bisa dilakukan,” ujar Nusron.

 

Menurutnya, organisasi yang ingin berkembang wajib memiliki sistem kerja yang tertata, standar operasional prosedur (SOP), hingga mekanisme pengawasan yang berjalan efektif.

Baca Juga: Crosser Cilik Jembrana Kadek Boy Kembali Raih Runner Up Kejurnas Motocross 2026

“Tata kelola itu sebetulnya aturan main, good governance, corporate governance. Jangan mimpi organisasi maju kalau tidak punya tata kelola yang baik,” tegasnya.

 

Selain tata kelola, Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya penguatan SDM melalui pendelegasian kewenangan yang sehat di dalam organisasi.

 

Ia menilai organisasi tidak boleh bergantung pada satu figur pemimpin semata. Distribusi kewenangan dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja sekaligus membangun rasa tanggung jawab di setiap tingkatan organisasi.

Baca Juga: Bupati Kembang Ajak Pensiunan Tetap Berkarya untuk Kemajuan Jembrana

“Prinsipnya, tidak boleh kekuasaan berpusat di satu orang, dibagi masing-masing agar semuanya memegang peranan,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron turut mengingatkan pentingnya membangun kesepahaman bersama terkait prioritas organisasi demi menghindari konflik kepentingan.

 

Ia menegaskan bahwa kepentingan negara, agama, dan organisasi harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Tegaskan Penentuan LP2B Jadi Kewenangan Pemda

“Ketika masuk dalam satu komunitas organisasi, maka yang paling penting adalah apa yang didahulukan dalam kepentingan organisasi. Tentunya kepentingan pertama adalah kepentingan negara dan agama, kemudian kepentingan organisasi, baru kepentingan individu,” pungkas Menteri ATR/BPN.

 

Kegiatan SUSBANPIM Angkatan VIII sendiri berlangsung pada 12 hingga 17 Mei 2026 dan diikuti kader Barisan Ansor Serbaguna dari berbagai wilayah di Indonesia.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#mentri atr/bpn nusron wahid #penguatan sdm #susbanpim banser #banser semarang #organisasi