BADUNG, JEMBRANA EXPRESS - Situasi mencekam menghadap bule wanita bernama Milina bersama teman-temannya saat mengunjungi Pantai Impossible, Bukit Peninsula Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Minggu (4/2) sore.
Wisatawan asing itu terjebak ombak pasang, hingga harus bertahan cukup lama di tebing.
Mereka tidak bisa keluar dari tebing karena air laut sudah kadung pasang. Akhirnya, mereka berhasil menyelamatkan tim Basarnas.
Baca Juga: 10 Wisata Menarik di Buleleng Bali, Ada Wisata Berkuda yang Digemari Turis Asing
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, peristiwa itu bermula ketika bule yang tak disebutkan asal negaranya bersama teman-temannya berjalan-jalan menikmati keindahan Pantai Impossible.
Masalah muncul ketika mereka memutuskan untuk kembali sekitar pukul 14.00 WITA.
Saat baru berjalan akan meninggalkan pantai, tiba-tiba, datang ombak besar yang menghantam.
Mereka melakukan naik sedikit ke tebing. Namun tidak ada jalan keluar. Sebab bagian atas tebing curam dan tinggi.
Jalan satu-satunya harus melewati pantai. Tapi sudah kadung tertutup air laut pasang dengan ombak yang keras.
Mereka tidak berani turun ke pantai karena takut digulung ombak yang datang.
“Mereka berusaha mencari tempat aman di tebing pantai, mereka terjebak di sana karena takut tergulung ombak,” kata Sukadi.
Milina yang panik pun menghubungi pihak Kepolisian melalui Call Center 110. Sehingga, Polsek Kuta Selatan merespons laporan tersebut dan langsung menerjunkan Pawas, Padal, dan personel QR ke lokasi kejadian.
Tim Basarnas Bali juga dihubungi untuk membantu proses evakuasibule tersebut.
“Petugas Polsek Kuta Selatan dibantu Tim Basarnas Bali menuruni tebing pantai untuk mencapai lokasi Milina dan teman-temannya,” tambahnya.
Akhirnya, para wisatawan tersebut berhasil menyelamatkan diri dari keadaan berbahaya itu dan dibawa ke tempat yang lebih aman.
Milina dan teman-temannya menyampaikan terima kasih kepada Polsek Kuta Selatan maupun Basarnas Bali sebagai rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Lebih lanjut, AKP Sukadi mengimbau wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan pasang surut air laut.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para wisatawan untuk selalu berhati-hati saat berkunjung ke pantai. Patuhilah rambu-rambu dan ikuti instruksi dari petugas,” kata dia. ***
Editor : Y. Raharyo