Maskot yang terinspirasi dari profil Singa Ambara Raja tersebut diberi nama Simbara, singkatan dari Suara Demokrasi Masyarakat Bali Utara.
Dalam acara peluncuran yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, Ketua KPU Buleleng, Dudhi Udiyana, menjelaskan bahwa maskot Simbara dirancang dengan tujuan untuk membangkitkan semangat demokrasi dan menciptakan pemimpin yang bijaksana bagi masyarakat Buleleng.
"Simbara adalah lambang keberanian dan kebijaksanaan, diharapkan maskot ini dapat menjadi cerminan sikap berani dan tegas masyarakat Buleleng dalam menyuarakan pilihannya di Pilkada 2024," ujar Dudhi Udiana.
Maskot Simbara dirancang secara khusus oleh kreator dari Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Agha Aryasetya Purusottama.
Desain maskot menggambarkan sebuah singa berkepala kekar dengan elemen-elemen simbolis yang mendalam.
Sayap singa melambangkan kebebasan, sementara paku di tangan kanan menunjukkan peralatan yang digunakan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sembilan helai bulu ekor mencerminkan 9 kecamatan di Buleleng, sedangkan tanda cap ungu di jari kelingking menggambarkan partisipasi aktif dalam hak pilih.
Lebih lanjut, kain poleng hitam putih pada maskot melambangkan keseimbangan dan keadilan, sementara simbol karang mata pada ikat pinggang menandakan keteguhan prinsip.
Seluruh elemen ini disatukan untuk mencerminkan kesatuan dalam proses pemilihan dan semangat membangun Buleleng yang lebih baik.
Selain peluncuran maskot, KPU Buleleng juga merilis jingle resmi berjudul "Mulih Milih ke Buleleng", yang diciptakan dan dinyanyikan oleh grup band Bali, Nanoe Biroe.
Jingle ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Buleleng untuk pulang ke kampung halaman dan turut serta aktif dalam proses Pilkada mendatang.
Acara peluncuran yang diwarnai dengan penampilan jingle Nanoe Biroe ini diharapkan dapat membangkitkan semangat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024, menuju terwujudnya proses demokrasi yang berkualitas dan masyarakat yang lebih sejahtera.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa