JEMBRANAEXPRESS.COM - Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, menjadi lokasi berkumpulnya keluarga dan kerabat untuk menyambut kepulangan jenazah Ketut Nurhayati, 39, yang tiba pada Rabu (8/1/2025) sore.
Jenazahnya dikawal dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, menggunakan ambulance yang disediakan oleh relawan Ikatan Warga Jember Korwil Bali.
Sesampainya di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga. Tangisan pecah saat suami dan anak-anak Nurhayati menggotong jenazahnya keluar dari ambulance.
Komang Suwinten, suami almarhumah, terlihat sangat terpukul.
Ia menuturkan bahwa Nurhayati pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) demi membantu perekonomian keluarga, sementara ia sendiri bekerja sebagai security dan mengurus anak-anak di rumah.
Nurhayati, yang sebelumnya berdomisili di Tulungagung, Jawa Timur, melakukan langkah tersebut untuk mempermudah pengurusan dokumen keberangkatan.
Ia terakhir kali berada di rumah bersama keluarganya pada pertengahan Juni 2023 sebelum memutuskan untuk berangkat. Sejak pindah domisili, komunikasi dengan keluarga terputus.
"Terakhir kali kami berkomunikasi awal 2024 lalu, dan sejak itu tidak ada berita dari dia," jelas Suwinten.
Informasi mengenai kematian Nurhayati yang diterima oleh Suwinten pada 4 Januari 2025 cukup mengejutkan.
Baca Juga: Terkait Polemik Penyaluran BBM di Bandara Ngurah Rai, Bali, Putra Pahlawan Nasional Datangi DPD RI
Salah seorang teman Nurhayati mengabarkan melalui anaknya bahwa Nurhayati ditemukan meninggal di kamar hotel dekat Taman Mawar, Puchong, Malaysia, diduga akibat kekerasan.
Suwinten awalnya merasa ragu dan khawatir bahwa berita tersebut adalah modus penipuan.
"Saya juga berharap kabar itu tidak benar. Kami sangat berjauhan dan komunikasi kami tidak lancar," ungkapnya.
Setelah proses pemulangan, jenazah Nurhayati kini telah disemayamkan di desa tempat tinggalnya.
Suwinten mengharapkan pemakaman berlangsung dengan layak sesuai dengan keyakinan mereka.
Meskipun demikian, waktu pemakaman masih belum ditentukan oleh pihak keluarga.
Baca Juga: Terkait Polemik Penyaluran BBM di Bandara Ngurah Rai, Bali, Putra Pahlawan Nasional Datangi DPD RI
"Saya tidak menuntut apapun dan menyerahkan proses hukum kepada polisi di Malaysia," tutup Suwinten dengan penuh harapan akan keadilan bagi almarhumah.
Kepergian Ketut Nurhayati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan tantangan dan risiko yang dihadapi oleh para tenaga kerja Indonesia di luar negeri.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa