Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Cuaca Buruk Hantam Tabanan, Petani Dihadapkan pada Tantangan Padi Rebah

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 28 Februari 2025 | 15:09 WIB
Padi rebah di Subak Babakan di Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan.
Padi rebah di Subak Babakan di Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan.

JEMBRANAEXPRESS.COM - Cuaca buruk yang ditandai dengan hujan deras dan angin kencang melanda hampir seluruh wilayah Bali, termasuk Kabupaten Tabanan, di awal tahun 2025.

Kondisi ini mengakibatkan banyak tanaman padi milik petani di Tabanan rebah, menimbulkan kekhawatiran akan potensi gagal panen.

Baca Juga: Wakil Bupati Jembrana Hadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Setya Dharma Jati Banyuwangi

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menegaskan berbagai langkah telah dilakukan untuk mengantisipasi kerugian yang mungkin dialami petani.

Salah satu langkah penting adalah mengkolaborasikan Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dengan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Bulog.

"Padi rebah di Kabupaten Tabanan disebabkan oleh cuaca ekstrem. Untuk mengatasinya, kami telah berupaya menangani dengan Program Cadangan Pangan Pemerintah dalam koordinasi dengan Bulog," jelas Subagia pada Kamis (27/2).

Baca Juga: Keluarga Terdakwa Korupsi Dana LPD Yehembang Kauh Titipkan Uang Pengganti Rp 300 Juta ke Kejari Jembrana

Subagia optimistis bahwa dengan kolaborasi program ini, petani tidak akan mengalami kerugian besar.

Sebagai contoh, kasus padi rebah pada tahun sebelumnya sempat membuat petani gagal panen, namun Dinas Pertanian menurunkan tim untuk menilai dampak akibat cuaca buruk sehingga bantuan CPP bisa disalurkan.

"Pada tahun lalu, padi rebah menyebabkan banyak petani gagal panen. Kami di Dinas Pertanian menurunkan tim untuk menilai kondisi tersebut agar bisa dibantu melalui CPP," ujar Subagia.

Baca Juga: Hari Pertama Kerja, Bupati Adi Arnawa Beri Pengarahan Pegawai Badung Agar Fokus Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Dalam proses kolaborasi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan menyatakan akan segera berkonsultasi dengan Bulog Bali untuk mencari solusi penanganan padi rebah yang dialami petani setempat.

"Kami akan berkoordinasi dengan Bulog Bali dan Dinas Pertanian Provinsi Bali untuk proses penyerapan gabah sehingga petani tidak mengalami kerugian," tambah Subagia.

Sementara itu, I Gusti Nyoman Manuadi, Pekaseh dan petani di Subak Koto, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, mengungkapkan kesulitan dalam melakukan panen akibat padi rebah yang disebabkan cuaca ekstrem sejak awal tahun.

"Karena padi rebah, kami sulit memanen dan kualitas gabah menurun karena banyak yang bertunas," ungkap Manuadi.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#padi rebah #desa bongan #tabanan #cuaca buruk