JEMBRANAEXPRESS.COM-Memasuki H+5 Lebaran, Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang mulai dipadati kendaraan yang menyeberang ke Bali pada Minggu (6/4/2025).
Lonjakan kendaraan pun tercatat signifikan di Pelabuhan Ketapang, mencapai sekitar 15 ribu unit yang melintasi Selat Bali dari Pulau Jawa.
Sebagian besar kendaraan tersebut membawa para pekerja yang sebelumnya mudik ke kampung halaman.
Mereka kini bergegas kembali ke Bali guna mengejar hari pertama masuk kerja yang rata-rata dimulai Senin (7/4/2025).
Sehari sebelumnya, ASDP mencatat ada 13.114 kendaraan campuran—mayoritas roda dua—yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk Bali.
Salah satu pemudik, Hafifi ,38, asal Jember, mengaku harus kembali lebih awal bersama istri dan anaknya menggunakan mobil pribadi.
"Tempat kerja saya di konveksi Sesetan sudah mulai buka Senin, jadi harus cepat kembali. Ini saja sudah kami persiapkan sejak kemarin," ujarnya sambil mengecek isi bagasi.
Hal serupa dilakukan Nurkholis ,55, warga Ngawi yang bekerja di toko bahan bangunan di Denpasar. Ia memilih menempuh perjalanan panjang selama 10 jam dengan sepeda motor.
“Sudah jadi rutinitas setiap tahun. Meski capek, pekerjaan harus tetap dijalani. Bawa motor sekalian buat keperluan sehari-hari di Denpasar,” katanya.
General Manager ASDP Ketapang, Yani Andrianto, mengatakan arus balik tahun ini menunjukkan pola berbeda dibanding arus mudik.
Jika sebelumnya penumpukan kendaraan terjadi menjelang Lebaran, maka pada arus balik, kepadatan berlangsung bertahap.
“Puncaknya diperkirakan terjadi pada 5 dan 6 April. Kami sudah siapkan tiga skema antisipasi untuk menjaga kelancaran operasional,” jelasnya.
Tak hanya pekerja, wisatawan yang menghabiskan libur Lebaran di Bali juga mulai bergerak pulang ke Jawa. Fenomena ini menciptakan arus dua arah yang padat di jalur Ketapang–Gilimanuk.
Untuk meredam antrean, ASDP menambah jumlah kapal feri yang beroperasi serta mempercepat proses sandar dan bongkar muat. Petugas juga melakukan rekayasa jalur lalu lintas di pelabuhan.
“Saat ini sudah 30 kapal yang kami operasikan, dan bisa ditambah sesuai kebutuhan di lapangan,” tutup Yani.(*)
Editor : Suharnanto