JembranaExpress.Com - Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kembali menghadirkan ruang diskursus intelektual melalui Kuliah Umum bertajuk “Dialektika dan Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence”, Selasa, 6 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika Unmas Denpasar dan dilaksanakan secara hybrid, baik daring maupun luring.
Baca Juga: Jerambah Gilimanuk, Warisan Kerja Sumber Hidup Puluhan Warga Sejak 1963 Yang Kini Dipersoalkan
Kuliah umum tersebut menjadi momentum reflektif di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin memengaruhi cara berpikir, berkomunikasi, dan mengambil keputusan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan nalar kritis, logika berpikir, serta etika dalam menyikapi kemajuan teknologi.
“Perkembangan Artificial Intelligence harus diimbangi dengan kecerdasan nalar, etika, dan kebijaksanaan manusia agar teknologi tetap memberi manfaat dan tidak menggerus nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Gubernur Koster.
Baca Juga: Pemkab Klungkung Tata Ulang Pasar Galiran, Pedagang di Badan Jalan Ditertibkan
Kuliah umum ini menghadirkan Rocky Gerung sebagai narasumber utama, dengan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., bertindak sebagai moderator.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mengulas peran dialektika dan retorika dalam menjaga kejernihan berpikir di era dominasi teknologi digital.
Melalui forum akademik tersebut, peserta diajak berdialog secara kritis, mempertajam logika argumentasi, serta membangun kesadaran intelektual agar pemanfaatan Artificial Intelligence tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, tanggung jawab moral, dan kebijaksanaan berpikir.
Baca Juga: Angin Kencang Picu Dua Pohon Tumbang di Buleleng, Akses Jalan Sempat Terganggu
Unmas Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang kritis, reflektif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Kuliah umum ini juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi akademik yang adaptif, kritis, dan beretika di tengah transformasi digital global.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa