Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

11 Kasus Rabies Awal 2026, Mendoyo Jadi Zona Merah Berulang di Jembrana

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 17 Februari 2026 | 18:21 WIB
Petugas saat melakukan vaksinasi rabies di Kecamatan Mendoyo
Petugas saat melakukan vaksinasi rabies di Kecamatan Mendoyo

JembranaExpress.Com - Awal tahun 2026 menjadi alarm serius bagi Kabupaten Jembrana. Hingga Februari ini, tercatat 11 kasus positif rabies ditemukan, dan seluruhnya terkonsentrasi di satu wilayah Kecamatan Mendoyo.

 

Data tersebut diungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Jembrananh I Gusti Putu Ngurah Sugiarta.

Baca Juga: BUMDesma Pekutatan Salurkan Rp85 Juta untuk Bedah Rumah dan Warung, Bupati Jembrana Apresiasi

“Kecamatan Mendoyo masih menyandang status zona merah dengan temuan kasus positif terbanyak,” ujarnya.

 

Tren peningkatan tahun ini tergolong signifikan. Pada Januari 2026, dinas memeriksa 19 sampel dan 10 di antaranya dinyatakan positif rabies.

 

Bandingkan dengan Januari 2025, yang hanya mencatat 5 kasus positif dari 9 sampel yang diperiksa.

 

Memasuki Februari 2026, tren belum melandai. Satu kasus positif tambahan kembali ditemukandan lagi-lagi seluruhnya berasal dari Kecamatan Mendoyo.

Baca Juga: Bupati Kembang Teken Utang Warisan RSU Negara Rp33 Miliar, Ambil Tanggung Jawab Selamatkan RSU Negara dan Layanan Kesehatan Warga

Fenomena ini memperlihatkan pola berulang di desa-desa yang sama sejak 2025.

 

“Terjadi di desa tertentu yang terus-menerus berulang, persis sama yang terjadi tahun 2025. Artinya, desa dengan kasus berulang ini perlu perhatian serius, terutama terkait vaksinasi dan upaya penanganan lainnya,” tegas Sugiarta.

 

Tingginya kasus di Mendoyo diduga berkaitan dengan populasi Hewan Penular Rabies (HPR) yang lebih tinggi dibanding kecamatan lain di Jembrana.

 

Anjing liar dan hewan peliharaan yang belum divaksin menjadi mata rantai utama penyebaran virus mematikan ini.

Baca Juga: Bupati Jembrana Dorong Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, 18 KDMP Sedang Dibangun

Sementara itu, petugas lapangan saat ini masih fokus menangani penyakit ternak lain seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Namun kabar baiknya, stok vaksin rabies baru saja tiba.

 

“Kebetulan vaksin rabies juga baru saja datang sehingga nanti di bulan Maret 2026 kita jadwalkan vaksinasi rabies,” jelasnya.

 

Program vaksinasi Maret mendatang tidak hanya menyasar desa-desa zona merah, tetapi juga akan diperluas untuk membangun benteng pertahanan populasi HPR yang lebih kuat.

 

Pemerintah daerah bersama tim medis lapangan kini tengah merumuskan langkah strategis agar kasus rabies tak terus berulang di wilayah yang sama.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Gilimanuk, Pelinggih Pura Segara Rusak dan 20 Motor Tertimpa Pohon

Di tengah meningkatnya kasus, peran masyarakat menjadi kunci, mulai dari memastikan hewan peliharaan divaksin hingga melaporkan gigitan atau gejala mencurigakan secepat mungkin.

 

Rabies bukan sekadar angka statistik. Di balik setiap kasus, ada ancaman nyata terhadap keselamatan manusia.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#vaksinasi rabies #Kabupaten Jembrana #zona merah rabies #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan #Kecamatan Mendoyo