JembranaExpress.Com - Suasana sederhana terlihat di kawasan Solo Jaya Giri, Denpasar Timur. Di atas karpet hijau yang digelar di halaman permukiman warga, Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, duduk bersila bersama warga menanti waktu berbuka.
Tak ada sekat. Mantan Wakil Ketua DPRD Denpasar itu tampil santai dengan kemeja putih dan peci hitam.
Ia menyantap hidangan sederhana dalam mangkuk bersama warga yang duduk melingkar. Momen itu bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga simbol pendekatan politik yang membumi.
Baca Juga: Misteri Kematian WN Swiss di Jembrana, Keluarga Tolak Autopsi dan Pilih Kremasi
Sebelum adzan magrib berkumandang, De Gadjah menyempatkan diri menyusuri lorong-lorong pemukiman di Jalan Jaya Giri, Denpasar.
Ia menyalami warga, berbincang santai, dan menerima aspirasi secara langsung.
Kehadirannya disambut hangat. Anak-anak hingga tokoh masyarakat tampak antusias menyapa.
Pendekatan personal seperti ini dinilai menjadi strategi efektif dalam merawat kedekatan emosional dengan masyarakat akar rumput.
Baca Juga: 20 Pejabat Utama Polres Jembrana Ikuti Tes Urine, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba
“Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Suci Ramadan ini menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan,” ujar De Gadjah.
Di tengah dinamika politik Bali yang terus bergerak, kegiatan sosial-keagamaan seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar seremoni.
Selain sebagai bentuk empati terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, momentum ini juga memperlihatkan komitmen menjaga toleransi dan harmoni di Pulau Dewata.
De Gadjah menegaskan, kebersamaan tanpa sekat perbedaan adalah fondasi penting bagi stabilitas sosial maupun politik di Bali.
Baca Juga: Wabup Ipat Ajak ASN dan Warga Jadikan Nyepi–Idul Fitri 2026 Bukti Nyata Toleransi di Jembrana
“Kebersamaan ini membawa berkah, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan lingkungan kita semakin harmonis serta penuh kekeluargaan,” tandasnya.
Selain memimpin Gerindra Bali, ia juga menjabat Ketua DPD Periksha Bali, memperluas jejaring sosial dan organisasinya di berbagai lapisan masyarakat.
Buka puasa bersama di Solo Jaya Giri memperlihatkan gaya politik yang mengedepankan sentuhan humanis dengan duduk lesehan, makan bersama, menyapa dari rumah ke rumah.
Baca Juga: Bupati Kembang Tegaskan Lomba Ogoh-Ogoh 2026 Tanpa Titipan, Penilaian Harus Transparan
Pendekatan ini menjadi pesan kuat bahwa politik tak selalu identik dengan panggung formal, melainkan juga ruang-ruang sederhana tempat kepercayaan dibangun.
Di tengah suasana Ramadan 2026, langkah De Gadjah ini sebagai upaya merawat basis sekaligus memperluas simpati, dengan balutan nilai toleransi yang menjadi ciri khas Bali.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa