JEMBRANAEXPRESS - Tragedi kembali menyelimuti Pulau Dewata. Setelah kasus pembunuhan terhadap PSK asal Bogor di Kuta, kini seorang wanita ditemukan tewas di penginapan, Pemogan, Denpasar.
Wanita itu ternyata bernama Fatimah. Dia ditemukan dalam kondisi mengenaskan. di sebuah penginapan di Gang Taman, Jalan Raya Pemogan, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, pada Sabtu (4/5).
Jasad Fatimah ditemukan tanpa busana dengan memar di bagian lehernya, menguatkan dugaan bahwa ia menjadi korban pembunuhan.
Fatimah diketahui menempati kamar nomor 26 di lantai tiga penginapan tersebut.
Saat ini, kamar tersebut telah dipasangi garis polisi, menandakan lokasi kejadian tragis ini.
Menurut penjaga penginapan, Ketut Sukadana, Fatimah ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 11.00 WITA.
Sukadana mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian karena saat itu ia sedang bertugas di penginapan lain. Penjaga yang bertugas saat kejadian, Joko, kini tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Sukadana menambahkan bahwa Fatimah tinggal sendirian di kamarnya dan belum diketahui pasti sejak kapan ia menginap di sana.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ditemukan, Fatimah tidak mengenakan sehelai busana pun dan terdapat memar serta warna biru di bagian lehernya.
Namun, salah satu informasi yang pasti, Fatimah disebut berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laorens Rajamangapul Heselo mengatakan, dari penemuan jenazah dengan ciri-ciri tersebut, ada dugaan kuat bahwa Fatimah merupakan korban pembunuhan.
"Polsek Denpasar Selatan (Densel) saat ini sedang memburu pelaku," ujar Heselo.
Kasus dugaan pembunuhan Fatimah ini menambah daftar kelam peristiwa serupa di wilayah hukum Polresta Denpasar pada awal Mei 2024.
Sebelumnya, masyarakat Bali dikejutkan dengan kasus pembunuhan sadis PSK yang menggunakan aplikasi MiChat bernama Rianti Agnesia di Kuta. Pembunuhnya adalah pelanggannya.
Jenazah Rianti Agnesia dimasukkan ke koper, lalu di buang di Jimbaran. Namun, pelakunya sudah ditangkap. ***
Editor : Y. Raharyo