Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kunci Sukses Mancing di Bali! Perhatikan Ini, Panduan Ala Ayuning Dewasa dari Dosen Wariga STAHN Mpu Kuturan Singaraja

I Putu Mardika • Rabu, 14 Februari 2024 | 15:39 WIB
PERHATIKAN KALENDER: Mancing di Bali perlu perhatikan kalender untuk menentukan hari yang tepat untuk berburu ikan baik di sungai, kolam atau laut.
PERHATIKAN KALENDER: Mancing di Bali perlu perhatikan kalender untuk menentukan hari yang tepat untuk berburu ikan baik di sungai, kolam atau laut.

SINGARAJA, JEMBRANA EXPRESS-Mancing di Bali tidak hanya bawa peralatan dan perlengkapan atau perbekalan semata, tapi wajib memperhatikan ala ayuning dewasa.

 

Tujuannya, untuk menghindari boncos (rugi) atau zonk dan tidak mendapat ikan tangkapan saat mancing entah di sungai, kolam atau laut.

 

Dosen Wariga STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Gami Sandi Untara, menjelaskan, ala ayuning dewasa atau hari baik atau buruk saat mancing dalam kalender Bali tersebut berdasarkan wariga.

 

Wariga ditentukan berdasarkan lima hal, yakni berdasarkan perhitungan sasih, penanggal-pangelong, wuku, wewaran dan dauh.

Dijelaskan Gami Sandi, ada sejumlah padewasan yang tepat untuk dijadikan referensi bagi para pemancing yang hendak mengadu keberuntungan.

 

Dewasa tersebut mulai dari hari baik untuk membuat alat penangkap ikan, waktu memancing dan lainnya.

 

Hari ala ayuning dewasa ini juga mengacu dari perhitungan wuku, sasih hingga perhitungan dasa wara.

 

Sebut saja Kala Mina, yaitu hari baik untuk membuat tambak menangkap ikan, membuat alat penangkap ikan atau Pancing.

 

Kala Mina ini Jatuh setiap Redite Bala, Soma Merakih, Anggara Tolu; Dungulan, Budha kelawu, Wraspati Matal, Sukra Warigadean, Saniscara Sinta.

 

Sedangkan Kala Caplokan, yaitu juga hari baik untuk membuat alat menangkap ikan (pancing,umpan, dan lain-lain).

 

Kala Caplokan ini umumnya jatuh setiap Soma Merakih; Julungwangi, Budha Perangbakat, Sukra Kuningan, Saniscara Julungwangi, Pujut.

 

Dijelaskan Gami Sandi Kala Cepitan juga tepat untuk berangkat mancing.

Hari ini juga hari baik untuk membuat pancing,jebag/perangkap, dan alat-alat yang berfungsi untuk menjepit.

 

Kala Cepitan jatuh setiap Soma Pahing Merakih. Kala Gacokan, yaitu hari baik untuk membuat alat-alat serba runcing, seperti keris, tombak, taji, alat-alat berburu dan menangkap ikan.

 

“Hari ini Jatuh setiap Anggara Wuku Tambir,” kata Gami Sandi.

 

Selanjutnya ada pula Kala Geger, yaitu hari baik untuk membuat kentongan, genta, kendang, gong, dan bunyi-bunyian lainnya yang menggegerkan.baik juga untuk membuat alat-alat menangkap ikan.

 

Jatuh setiap Wraspati Pon Wariga. Kala Jengkang, yaitu hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan, jatuh setiap Redite Umanis Ukir.

 

Kala Macan, yaitu mengandung unsur/ sifat kebuasan. Hari baik untuk membuat keris, tombak, alat menangkap ikan dan membuat pagar, tembok petakut. Jatuh setiap Wraspati Tambir.

 

Kala Mina, yaitu hari baik untuk membuat tambak;menangkap ikan;membuat alat penangkap ikan. Jatuh setiap Redite Bala, Soma Merakih, anggara Tolu, Dungulan, Budha kelawu, Wraspati Matal, Sukra Warigadean, Saniscara Sinta.

Kala Rebutan, yaitu hari baik untuk membuat tempat berdagang, alat berdagang, alat menangkap ikan, membuat/memasang kungkungan. Jatuh setiap Soma Ugu.

 

Selanjutnya Kala Atat, yaitu hari baik untuk membuat tali pancing dan tali sejenisnya yang berfungsi untuk menarik sesuatu.

 

Baik pula untuk membuat anyam-anyaman. Jatuh setiap Soma Pahing Merakih, Budha Pon Watugunung.

 

“Begitu banyaknya hari baik atau ala ayuning dewasa yang bisa digunakan untuk refrensi memancing atau membuat pancing,” kata Gami Sandi. (*)

Editor : Suharnanto Jembrana Express
#mancing #bali #kalender