DENPASAR, JEMBRANAEXPRESS - Dalam hasil quick count, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Gibran, secara mengejutkan berhasil mengungguli pasangan pasangan nomor urut 03, Ganjar-Mahfud di Bali. Padahal, Ganjar-Mahfud diusung PDIP, dan Bali selama ini disebut "kandang banteng".
Selain mengalahkan Ganjar-Mahfud, perolehan suara Prabowo-Gibran membuat Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tak berkutik.
Kekalahan pasangan Ganjar-Mahfud sangat mengejutkan. Apalagi, ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster sebelumnya sesumbar ingin memenangkan Ganjar-Mahfud dengan target 97 persen. Lebih tinggi dari raihan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 lalu yang hanya 95 persen.
Dalam Pilpres 2024, mesin PDIP tampak kedodoran menghadapi popularitas pasangan Prabowo Gibran yang diduga mendapat sokongan Presiden Jokowi. Mengingat cawapres dari pasangan ini, Gibran Rakabuming Raka adalah anak sulung Jokowi.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi tim pemenangan Ganjar-Mahfud di Bali. Bukan hanya target ambisius 97 persen yang tercapai, ketika targetnya diturunkan jadi 86 persen juga jauh panggang dari api.
Setelah mengadakan rapat panjang pada Rabu (14/2), Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud di Bali, Wayan Koster, enggan memberikan komentar yang banyak terkait perolehan suara.
Mantan Gubernur Bali ini menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil perhitungan yang sedang berlangsung, termasuk hitungan suara internal dari PDI Perjuangan Bali.
"Kami masih menunggu hasil perhitungan di TPS. Mari kita bersabar; kita akan melihat hasilnya nanti, mungkin siang ini atau sore ini," ujarnya.
Meskipun demikian, Koster mengakui bahwa di tempat dia mencoblos, Ganjar-Mahfud berhasil unggul dari dua pasangan lainnya.
Namun, ketika ditanya apakah perolehan suara tersebut sesuai dengan target 85 persen, Koster seperti sudah pasrah apa pun hasilnya.
“Kalau melihat quick count itu yah jauh. Harus semangat ini namanya ujian,” tandasnya. ***
Editor : Y. Raharyo