Menurut Ekayana, volume sampah di wilayah tersebut meningkat sebesar 10-15 persen selama periode Hari Raya Galungan, dibandingkan dengan hari-hari biasa yang mencapai 110 ton sampah per hari.
Selama perayaan ini, volume sampah bahkan mencapai puncaknya, mencapai 120 ton per hari.
Dalam menanggapi peningkatan ini, DLH Tabanan telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan meningkatkan jadwal pengambilan sampah.
Langkah ini terutama berlaku di area-area padat seperti Bakisan, GOR Debes, Pasar Kediri, dan Jalan Nuri.
Namun, di pedesaan, pengelolaan sampah dipercayakan kepada TPS3R di wilayah seperti Selemadeg dan Kecamatan Marga.
Sementara jenis sampah yang meningkat adalah sampah rumah tangga dan sisa-sisa persembahan, Ekayana mencatat bahwa sampah pasar justru mengalami penurunan.
"Meskipun sampah rumah tangga dan sisa-sisa persembahan meningkat, namun produksi sampah pasar menurun selama periode Hari Raya Galungan karena penutupan pasar tradisional selama dua hari," jelasnya. ***