Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Gawat! 43 Desa Terjangkit Rabies di Bangli: Kabar Terbaru yang Mengguncang Bali

I Made Mertawan • Sabtu, 2 Maret 2024 | 01:41 WIB
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma. (I Made Mertawan/Bali Express)
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma. (I Made Mertawan/Bali Express)

JEMBRANA EXPRESS – Kabar mengenai wabah rabies yang masih mewabah di Kabupaten Bangli, Bali telah menjadi sorotan utama.

Data terbaru yang dirilis oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menunjukkan bahwa dari total 72 desa/kelurahan, 43 di antaranya telah terjangkit rabies, memasuki zona merah.

Menurut Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Kecamatan Kintamani menjadi wilayah paling parah dengan 27 desa terkena dampak.

Diikuti oleh Kecamatan Bangli dengan 7 desa, Kecamatan Tembuku 5 desa, dan Kecamatan Susut 4 desa.

Penentuan zona merah rabies didasarkan pada temuan kasus positif rabies. Satu kasus gigitan positif rabies saja sudah cukup untuk memasukkan desa tersebut ke dalam kategori zona merah.

Untuk menangani masalah ini, dinas setempat mendorong pembentukan Tim Siaga Rabies (Tisira) di setiap desa dan kelurahan.

Tisira bertugas melakukan pendataan hewan penular rabies (HPR), mengawasi lalu lintas HPR, serta menangani kasus gigitan rabies termasuk melaporkannya ke instansi terkait.

Saat ini, baru dua desa yang berhasil membentuk Tisira, sementara proses pembentukan masih berlangsung di desa-desa lainnya.

Selain mendorong pembentukan Tisira, dinas setempat juga melakukan program vaksinasi rabies secara rutin ke seluruh desa dan banjar. Meskipun demikian, kasus rabies tetap menjadi tantangan serius, dengan 8 kasus tercatat hingga Februari tahun ini.

Pada tahun sebelumnya, terdapat 74 kasus rabies yang tercatat.

Kondisi ini menunjukkan perlunya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan penyebaran rabies di Kabupaten Bangli.

Dalam situasi ini, upaya pencegahan dan penanganan yang tepat menjadi kunci utama untuk mengatasi masalah ini. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#wabah #bangli #rabies #bali