Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Rumah Roboh Menimpa Pasutri dan Bayinya di Buleleng, Kadek Suarjana: Pondok Kami Hancur

Dian Suryantini • Minggu, 3 Maret 2024 | 19:30 WIB
Rumah Kadek Suarjana di Patas, Buleleng roboh.
Rumah Kadek Suarjana di Patas, Buleleng roboh.

JEMBRANAEXPRESS - Hujan deras dan angin kencang yang melanda Buleleng membawa pilu bagi Kadek Suarjana (25) dan keluarganya. Rumahnya ambruk pada Kamis (29/2/2024). Dia bersama istri dan bayinya ikut tertimpa reruntuhan. 

Rumah yang roboh itu terbuat dari kayu dan gedeg (anyaman bambu).

Suarjana, yang bekerja sebagai buruh, hanya bisa menatap puing-puing rumahnya dengan lesu.

Rumah itu adalah warisan dari kedua orangtuanya, tempatnya berlindung bersama keluarganya.

Saat peristiwa rumah ambruk, Suarjana sedang tertidur lelap bersama istri, Wayan Darmini, 25, dan anak lelakinya Putu Juni Artawa yang baru berusia 9 bulan. Tiba-tiba, rumah itu roboh.

“Kami sempat tertimpa runtuhan jam 3 pagi,” ujarnya dengan lesu.

Suarjana menempati rumah itu sejak lahir hingga menikah dan kini sudah punya anak bayi.

Rumah, boleh disebut gubuk, itu berdiri di atas tanah warisan seluas sekitar 5 are.

“Pondok kami hancur,” ujarnya.

Sehari sebelum rumah Suarjana roboh, wilayah Buleleng diguyur hujan deras disertai angin kencang. Terutama di Banjar Dinas Mertasari, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, tempat tinggal Suarjana.

Saat hujan masih mengguyur, kala itu rumah Suarjana masih bisa berdiri. Suarjana pun tetap tidak menyangka akan roboh sehingga tetap meninggali rumah tersebut.

“Besoknya baru ambruk rumah itu," kata Suarjana.

Kepala Desa Patas, Made Suparsa, Minggu (3/3/2024) ketika dikonfirmasi mengataan, rumah tinggal Suarjana itu kemungkinan ambruk lantaran kayu-kayu sudah lapuk dan tidak mampu menopang beban berat lagi setelah hujan.

"Kondisi kayu rumah itu juga sudah usang,” terang Suparsa. ***

Editor : Y. Raharyo
#buleleng #rumah roboh #bali