JEMBRANA EXPRESS - Kebakaran hebat mengguncang Jalan Sekar Sari Nomor 3, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Bali, pada Minggu (3/3), memusnahkan sejumlah bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai kos-kosan serta warung.
Api mengamuk dan melahap habis total 29 kamar kos semi permanen, termasuk 24 kamar yang dimiliki oleh Ni Luh Nency Lorenza (27 tahun), dan lima kamar milik Sapri (67 tahun).
Selain itu, beberapa warung nasi milik Moh Nasruloh (41 tahun) dan Suparyono (58 tahun) juga menjadi korban, bersama dengan sebuah konter HP dan satu sepeda motor.
Baca Juga: Hujan Deras, Dua Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Karangasem, Korban Wisatawan Asing
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik di salah satu kamar kos, yang kemudian cepat merembet dan menjalar ke bangunan lainnya.
"Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian ini," ungkapnya.
Saksi mata Sapri, pemilik salah satu kos, mengungkapkan bahwa dia pertama kali mengetahui kebakaran ketika keluar rumah sekitar pukul 11.30 WITA.
Dia melihat asap dan api berasal dari kos milik Luh Nency. Dalam kepanikannya, Sapri berteriak minta tolong kepada warga sekitar.
Baca Juga: Gerindra Buleleng Loloskan Dua Kader ke DPRD Bali: Prestasi Memukau di Pemilu 2024
"Lima kamar kos milik Sapri juga ikut terkena dampak, berada dalam satu area dengan kos milik Luh Nency," tambah Sukadi.
Sementara itu, Luh Nency sendiri baru mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumahnya. Api berasal dari kamar kos yang sudah beberapa hari kosong, ditempati oleh seorang pria bernama Akong asal Lombok, NTB.
"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerugian materi belum bisa dipastikan," kata seorang petugas.
Sebanyak 40 jiwa yang tinggal di kos-kosan semi permanen tersebut terpaksa mengungsi sementara, menurut data yang diunggah oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar melalui akun Instagram mereka. ***