JEMBRANAEXPRESS - Hari Raya Nyepi di Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung tahun ini diwarnai dengan beberapa pelanggaran, termasuk di antaranya aktivis Ratna Sarumpaet yang tertangkap basah mencari ATM saat Nyepi di Desa Adat Tandeg, Tibubeneng, Kuta Utara.
Selain itu terdapat 6 pelanggaran lain di Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, yang melibatkan wisatawan asing dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta warga asal NTT yang dikira maling sapi.
Ratna Sarumpaet Ketahuan Cari ATM
Ratna Sarumpaet menjadi sorotan setelah fotonya menyebar di media sosial tertangkap basar berkeliaran saat Nyepi di Jalan Pantai Berawa, Bali.
Pada tanggal 11 Maret 2024, ia dicegat oleh pecalang adat di Desa Adat Tandeg, Badung, Bali karena melanggar aturan Nyepi.
Bendesa Adat Tandeg I Wayan Wartana membenarkan kejadian tersebut. Ratna mengaku keluar untuk mencari ATM karena stafnya salah menginformasikan tanggal Nyepi.
"Beliau bilang ingin mencari ATM. Alasan beliau stafnya bilang Nyepi tanggal 9," ujar Wartana.
Ratna bersikap kooperatif dan langsung kembali ke vila setelah mendapat penjelasan dari pecalang. Ia juga telah meminta maaf atas kesalahannya.
WNA Telanjang Dada dan WNA Mabuk
Di Desa Adat Jimbaran, terdapat 6 pelanggaran Nyepi yang diamankan. Tiga di antaranya merupakan wisatawan asing, termasuk seorang WNA yang berkeliaran telanjang dada di Jalan Uluwatu I Jimbaran.
Dua WNA lainnya tertangkap saat berjalan-jalan dan berteriak-teriak di malam hari di depan perumahan Ataman Penta. Diduga mereka dalam kondisi mabuk.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kapolsek Kuta Selatan dan pihak imigrasi. Setelah mereka dapat menunjukkan paspor, kami antarkan kembali ke tempat mereka menginap,” kata dia.
Warga NTT Dikira Maling Sapi
Tiga orang lainnya yang diamankan adalah warga asal Nusa Tenggara Timur. Mereka melintas di wilayah Desa Adat Jimbaran menggunakan sepeda motor dan dikira maling sapi.
"Mereka mengaku tidak mengetahui tentang peraturan Nyepi. Kami telah mengembalikan mereka ke rumah masing-masing setelah ditahan selama 24 jam,” papar Ketua LPM Kelurahan Jimbaran, Made Dharmayasa. ***
Editor : Y. Raharyo