JEMBRANAEXPRESS - Musim hujan di awal tahun 2024 membawa kabar kurang sedap bagi Kabupaten Tabanan. Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan Maret 2024, tercatat sudah ada 271 kasus DBD di Tabanan. Artinya, setiap hari ada kasus warga terjangkit DBD.
Angka ini jauh melampaui periode yang sama di tahun 2023 yang hanya mencapai 181 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Anak Agung Ngurah Putra Wiradana, mengakui adanya peningkatan kasus DBD di triwulan pertama tahun 2024.
"Faktor utama kenaikan ini adalah peralihan cuaca dan intensitas hujan tinggi," jelas dr. Putra.
Dia menjelaskan, trend ini diprediksi akan berakhir di bulan April, dan kasus akan menurun di bulan Juni-Juli ketika mulai meninggalkan musim penghujan.
Berdasarkan data, kasus DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Kediri, disusul Kecamatan Tabanan, Pupuan, dan Kerambitan.
Faktor lingkungan yang kurang baik dan curah hujan yang tidak menentu menjadi penyebab utama perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, vektor DBD.
Upaya Pencegahan
Dinas Kesehatan Tabanan telah melakukan berbagai upaya pencegahan DBD, salah satunya dengan fogging.
Baca Juga: Viral Video Buruh Bangunan Kesurupan Saat Bekerja pada Tempat Suci di Bali
"Sampai saat ini, fogging sudah dilakukan di 20 titik," ujar dr. Putra.
Anggaran untuk fogging di 38 titik rawan DBD telah disiapkan sepanjang tahun 2024.
Namun, dr. Putra menegaskan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.
Pencegahan DBD yang maksimal hanya bisa dicapai dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat.
"Budaya gotong royong membersihkan lingkungan perlu diaktifkan kembali," imbuhnya.
Kunci Pencegahan DBD adalah sebagai berkut:
PSN: Bersihkan lingkungan secara rutin, buang genangan air, dan tutup tempat penampungan air.
3M Plus: Menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, plus menggunakan larvasida.
Fogging: Dilakukan oleh dinas kesehatan di wilayah rawan DBD.
Gunakan kelambu: Saat tidur, gunakan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk.
3T Plus: Terapi demam, minum air putih, istirahat cukup, plus periksa ke dokter bila gejala DBD muncul. ***
Editor : Y. Raharyo