Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

4 Akun Medsos Dilaporkan ke Polres Buleleng, Perbekel Sidetapa: Kami Bukan Bela Penggelapan

Dian Suryantini • Rabu, 27 Maret 2024 | 00:59 WIB
Perbekel Desa Sidetapa Made Sutama di Mapolres Buleleng.
Perbekel Desa Sidetapa Made Sutama di Mapolres Buleleng.

JEMBRANAEXPRESS - Masyarakat Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, jengah ketika nama desanya dihina oleh sejumlah akun di media sosial. Melalui perangkat Desa Sidetapa, mereka mendatangi Polres Buleleng pada Selasa (26/3) pagi untuk melaporkan beberapa akun media sosial Facebook.

Mereka melaporkan sedikitnya empat akun yang melontarkan ujaran kebencian terhadap desa mereka.

Ujaran tersebut dianggap telah merugikan dan menghina seluruh masyarakat Desa Sidetapa.

Ujaran kebencian yang dilontarkan di Facebook yang dilaporkan pihak perangkat desa Sidetapa adalah sebagai berikut:

"Aduh Sidetapa liu maling, parah. Yen sing dadi maling pasti sing ngamah. (Aduh Sidetapa banyak maling, parah. Kalau tidak maling pasti tidak makan)."

"Liunan megade di daerah Singaraja. Desa S, 1 kampung konye penadah. (Lebih banyak digadai di daerah Singaraja. Desa S, 1 kampung semua penadah)"

"Kampung maling Sidetapa, kasi bakar terus jemput sampah-sampah biar satu kampung di penjara."

"Desa inisial S kah? Jeg bantai nas polone 1 desa, pang nyak Ade acara ngaben masal ditu. Desa terkutuk markas maling. (Desa inisial S kah? Bantai saja semua 1 desa, biar ada acara ngaben masal disana. Desa terkutuk, markas maling)."

Ujaran-ujaran tersebut memicu kemarahan warga Desa Sidetapa, dan ribuan warga berkumpul di balai masyarakat dua hari lalu.

Perbekel Desa Sidetapa, Made Sutama, menegaskan bahwa masyarakat desa tidak terima atas ujaran kebencian yang dilontarkan tanpa dasar tersebut.

Ia pun melaporkan empat akun yang bertanggung jawab atas ujaran tersebut kepada Polres Buleleng.

"Kalau hal gadai menggadai, dan itu ada penggelapan, itu sama sekali tidak ada pembelaan dari tokoh dan masyarakat desa. Yang saya bela ini adalah terkait hujatan," kata Sutama ditemui usai membuat laporan di Polres Buleleng, Selasa (26/3/2024).

Dia menegaskan, bahwa masyarakat Desa Sidetapa akan selalu hadir paling depan, jika desa mereka dihina dan diinjak-injak. 

"Itulah yang saya laporkan, itulah yang saya bela, nama desa saya. Bukan membela warga kami yang salah," kata dia.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini ada laporan kasus penggelapan mobil. Setelah ditelusuri, mobil yang digelapkan digadaikan kepada seseoang di Desa Sidetapa.

Polisi akhirnya melakukan penggerebekan. Dan diketahui ada gudang yang berisi puluhan mobil. Sebagian mobil yang terkait langsung penggelapan dibawa ke Mapolres Buleleng, dan ada belasan lagi yang dititipkan di desa untuk menelusuri apakah ada kaitan dengan penggelapan atau kasus pidana.

Masalah ini ramai di media sosial, hingga berbuntut pada ujaran kebencian yang menggeneralisasi atau menstigmaisasi kasus penggelapan ini dengan Desa Sidetapa. ***

 

Editor : Y. Raharyo
#Desa Sidetapa #penggelapan mobil #Made Sutama #Polres Buleleng #ujaran kebencian