Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Warga Sidetapa Kadung Sakit Hati Disebut 'Tidak Maling Tidak Makan', Perbekel: Tidak Ada Kata Ampun!

Dian Suryantini • Rabu, 27 Maret 2024 | 22:38 WIB
Beberapa ujaran kebencian terhadap warga dan Desa Sidetapa yang dijadikan bukti pelaporan ke Polres Buleleng
Beberapa ujaran kebencian terhadap warga dan Desa Sidetapa yang dijadikan bukti pelaporan ke Polres Buleleng

JEMBRANAEXPRESS - Tampaknya warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali sudah sampai pada titik batas kesabarannya. Mereka marah besar karena ujaran kebencian oleh sejumlah pengguna medsos. Mereka pun menyatakan tidak ada kata maaf dan ampun bagi mereka.

Perangkat Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng menunjukkan sikap tegas dalam melawan ujaran kebencian yang dilontarkan di media sosial Facebook.

Pada Selasa (26/3/2024), mereka mendatangi Polres Buleleng untuk melaporkan empat akun yang melontarkan ujaran kebencian terhadap desa mereka.

Ujaran kebencian tersebut menuduh seluruh warga desa Sidetapa sebagai maling dan penadah. Hal ini tentu saja membuat warga desa geram dan tidak terima, karena tidak semua warga terlibat dalam tindakan kriminal.

Sebelumnya sekitar seribuan warga berkumpul di balai desa. Mereka meminta agar para pengguna medsos yang menghina desa dan warga secara keseluruhan diproses hukum.

Perbekel Desa Sidetapa, Made Sutama, mengaku pihaknya harus mengambil langkah cepat dan tepat di tengah kemarahan warganya.

Dia khawatir warganya membat onar karena penghinaan dari segelintir pengguna medsos.

Karena itu, Sutama menegaskan bbahwa pihaknya tidak akan mentolerir ujaran kebencian yang mencoreng nama baik desa Sidetapa dan warga secara keseluruhan.

Meskipun pihak-pihak yang dilaporkan telah meminta maaf, Made Sutama dan perangkat desa lainnya tetap teguh pada pendirian mereka untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Yang perlu saya laporkan sesuai dengan bukti yang ada, walaupun dalam sosial media sudah minta maaf, tidak ada kata ampun," tegasnya.

Sutama menjelaskan bahwa laporan ini dibuat bukan untuk melindungi warga yang terlibat dalam kasus kriminal, yakni dalam kasus penggelapan dan penadahan mobil, tetapi untuk membela nama baik desa Sidetapa secara keseluruhan.

"Kami tidak membela warga yang melakukan kesalahan. Malah, kami mendukung proses hukum yang berlaku," kata Sutama, "tetapi, kami tidak terima desa kami dihina dan difitnah tanpa bukti."

Sutama juga mengatakan, dia dan warganya sangat sakit hati dengan ujaran kebencian dan penghinaan yang dilontarkan oleh sejumlah pengguna medsos.

"Ada juga yang mengatakan perbekel, Kelian adat dan kepala dusun itu mendapat setoran dari orang yang berbuat jahat. Itu tidak benar. Kami bertaruh nyawa untuk membuat desa Sidetapa lebih baik," imbuhnya.

Juga tudingan tanpa dasar kepada warga Desa Sidetapa yang membuat warganya begitu jengkel.

"Ada yang mengatakan 'kalau tidak maling tidak akan makan'. Itu yang sangat menyakiti perasaan saya dan warga desa secara keseluruhan," paparnya.

Dalam laporan itu, memang ada beberapa ujaran kebencian atau penghinaan. Yang dirangkum JemberanaExpress, antara lain sebagai berikut:

"Liunan megade di daerah Singaraja. Desa S, 1 kampung konye penadah. (Lebih banyak digadai di daerah Singaraja. Desa S, 1 kampung semua penadah)"

"Kampung maling Sidetapa, kasi bakar terus jemput sampah-sampah biar satu kampung di penjara."

"Desa inisial S kah? Jeg bantai nas polone 1 desa, pang nyak Ade acara ngaben masal ditu. Desa terkutuk markas maling. (Desa inisial S kah? Bantai saja semua 1 desa, biar ada acara ngaben masal disana. Desa terkutuk, markas maling)."

"Aduh Sidetapa liu maling, parah yan sing dadi maling pasti sing ngamah (Aduh Sidetapa banyak maling, parah kalau tidak jadi maling pasti tidak makan)"

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menyatakan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara objektif.

"Kami akan menyelidiki apakah ujaran kebencian tersebut mengandung unsur pidana," kata Widwan. "Jika terbukti, kami akan menindak tegas pelakunya." ***

Editor : Y. Raharyo
#Desa Sidetapa #buleleng #bali #Polres Buleleng #ujaran kebencian