Dalam pernyataannya, Sutjidra mempertanyakan makna dari predikat tersebut, yang didorong oleh meningkatnya perkelahian yang marak di media sosial.
Sebagai gantinya, Sutjidra menekankan semangat perjuangan dan kerja keras masyarakat Buleleng dalam mengubah nasib mereka menuju ke arah yang lebih baik.
“Saya ingin menegaskan bahwa petarung yang sejati bukanlah mereka yang bertarung secara fisik, melainkan mereka yang gigih berjuang demi impian dan perubahan positif,” ujar Sutjidra.
Sutjidra juga menyoroti pentingnya adu gagasan dan semangat juang dalam membangun Buleleng yang lebih baik.
Menurutnya, Singaraja sebagai Kota Petarung itu harus ditunjukkan melalui kemampuan dan keberanian masyarakatnya dalam menghadapi tantangan dan meraih cita-cita yang lebih tinggi patut dipuji.
“Kita harus Bersatu untuk Buleleng yang lebih baik kedepannya. Sesuai dengan pepatah, Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. Mari berjuang untuk Buleleng,” kata dia. (dhi)
Editor : I Putu Mardika