JEMBRANAEXPRESS - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Made Ari Sanjaya (30) di Desa Bontihing, Buleleng, maupun keluarga dari Kadek Novi Mertasari di Kintamani, Bangli.
Made Ari Sanjaya beserta istri Kadek Novi Mertasari (26) dan putra mereka Putu Gede Agus (3), menjadi korban kebakaran hebat yang melanda sebuah kos-kosan di Jalan Raya Sesetan, Gang Taman Sari, Denpasar, pada Senin malam (6/5).
Made Ari, bapak muda ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pantang mengeluh sejak masih remaja.
Sejak lulus SMP, ia sudah memilih merantau ke Denpasar untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarganya.
Ia menikah dengan Novi, gadis asal Kintamani, Bangli. Ari bekerja di sebuah pengalengan ikan di Benoa, Denpasar.
Sementara Novi tak hanya berpangku tangan. Dia juga perempuan yang tekun. Da berjualan perlengkapan rumah tangga secara online.
Novi berjualan online dengan nama Novi Laishop Bali. Juga memiliki halaman Facebook Novi Grosir Laishop Bali yang sudah memiliki 4,8 ribu pengikut.
Pasutri ini tak pernah lupa menjalin komunikasi dengan keluarganya di kampung, meskipun terpisah jarak cukup jauh.
Perbekel Bontihing, I Gede Pawata, mengungkapkan bahwa Made Ari dan keluarganya sering melakukan panggilan video.
Percakapan terakhir mereka pun berlangsung normal, tanpa pertanda apapun akan terjadinya musibah.
Kabar duka diterima keluarga Ari pada Selasa (7/5) pagi. Jenazah mereka telah dibawa ke rumah duka dan akan dimakamkan bersama-sama pada Jumat (10/5) mendatang.
Menurut Wayan Ardiasa, kerabat korban, Ari dan keluarga baru dua bulan tinggal di kos tersebut.
Sebelum kejadian, Novi sempat mengunggah kebersamaan mereka di story WhatsApp.
"Mungkin setelah itu [video call] terjadi kebakaran," katanya.
Sebagaimana diketahui, kebakaran hebat melanda kos-kosan di Jalan Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan, Denpasar Selatan, pada Senin (6/5) sekitar pukul 23.00 WITA.
Api baru bisa dipadamkan pada Selasa dini hari (7/5/2024) Pukul 00.30 Wita.
Ketiga korban ditemukan di dalam kamar mandi kos dalam kondisi terbakar tak bernyawa. ***
Editor : Y. Raharyo