JEMBRANAEXPRESS.COM – Cuaca ekstrem belakangan mengakibatkan gelombang tinggi menerjang pantai di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.
Gelombang tinggi juga mengakibatkan abrasi yang merusak jalan sepanjang 16 meter serta mengancam permukiman warga setempat.
Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan pada Senin (13/5/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa abrasi pantai sudah mulai terpantau sejak 1 Mei 2025, berdasarkan laporan dari warga setempat.
“Puncaknya terjadi pada 12 Mei 2025. Gelombang laut yang kuat mengikis tembok tanah yang menjadi jalur akses warga, hingga jalan tersebut tidak bisa dilewati lagi,” jelas Agus, Rabu (14/5/2025).
Tak hanya merusak jalan, abrasi di Pantai Pebuahan juga menyeret pasir sejauh 61 meter dari arah timur ke barat. Dampaknya, air laut mulai merambah ke permukiman dan mengancam keselamatan warga.
“Setidaknya ada 7 rumah yang terdampak abrasi. Untuk mencegah kerusakan lebih luas, dibutuhkan pembangunan tanggul penahan ombak secepatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banyubiru, I Komang Yuhartono, menyampaikan bahwa warga sudah melakukan upaya darurat secara mandiri.
Mereka menumpuk karung berisi pasir dan memanfaatkan batu-batu bekas abrasi sebagai pemecah ombak sementara.
“Kami juga sudah mengingatkan warga agar tetap waspada, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang memicu abrasi semakin hebat,” pungkasnya.
Ancaman abrasi di pesisir Jembrana kini menjadi perhatian serius, mengingat potensi kerugian yang lebih besar jika tidak segera ditangani.(*)
Editor : Suharnanto