Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Made Sutama Alias Minggik Wafat di Usia 73 Tahun, Putra Pertama Kenang Sosok Pendiri Armada Racun Denpasar

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 2 Juni 2025 | 05:01 WIB
Made Sutama alias Minggik semasa hidup.
Made Sutama alias Minggik semasa hidup.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Kabar duka, I Made Sutama yang akrab disapa Minggik meninggal dunia pada Kamis malam, 29 Mei 2025, di RSUD Wangaya Denpasar.

 

Minggik yang dikenal luas sebagai Ketua Forum Peduli Denpasar (FPD) ini menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 23.45 Wita dalam usia 73 tahun.

 

Keluarga Minggik telah melaksanakan prosesi Ngaben Ngelanus dan Nyekah secara bersamaan pada Minggu (1/6/2025) sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Prosesi Genah Nyekah Atma Wedana di Setra Badung dan dihadiri oleh keluarga serta kerabat almarhum.

 

Putra sulung almarhum, Agus Suwitra, menjelaskan bahwa keputusan untuk melaksanakan Ngaben dan Memukur dalam satu hari diambil atas keinginan untuk segera menyelesaikan rangkaian upacara suci tersebut.

"Kami ingin Bapak segera menjadi Pitara dan bisa melinggih dengan tenang. Keluarga sepakat untuk mempercepat proses ini demi kebaikan almarhum," ungkap Agus saat ditemui di lokasi upacara.

 

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Minggik sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Wangaya selama empat hari.

 

 

Ia dilarikan ke rumah sakit karena menderita radang tenggorokan yang menyebabkan kesulitan makan dan minum.

 

Meski sempat menolak diajak berobat agar tidak merepotkan keluarga, akhirnya ia dirawat setelah kondisinya makin menurun.

“Bapak memang sosok yang tidak ingin menyusahkan siapa pun. Saat dirawat pun masih bisa berkomunikasi dengan keluarga. Tapi sehari sebelum meninggal, Bapak mulai sesak napas dan kondisinya terus menurun meski sempat ditangani di ICU,” kenang Agus.

 

Tim medis telah melakukan segala upaya termasuk memberikan oksigen dan memompa jantung, namun takdir berkata lain. Minggik dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.43 Wita.

Semasa hidup, Minggik dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai organisasi masyarakat. Pada era 1970-an, ia pernah bergabung dengan komunitas pemuda Armada Racun yang berisi anak muda Denpasar dan para perantau.

 

Ia kemudian mendirikan Forum Peduli Denpasar (FPD) yang fokus pada isu sosial dan kemasyarakatan.

 

Meski namanya sempat dikenal sebagai sosok keras dan bahkan dijuluki sebagai  preman, keluarga besar Minggik mengenangnya sebagai figur yang penuh kasih, panutan, dan inspirasi.

 

“Ayah saya adalah segalanya. Beliau bukan hanya seorang tokoh masyarakat, tapi juga sahabat dan pahlawan bagi kami anak-anaknya. Kami sangat kehilangan,” ucap Agus dengan mata berkaca-kaca.

 

Minggik meninggalkan dua istri, empat anak, dan dua cucu. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Denpasar yang mengenalnya.(*)

 

Editor : Suharnanto
#armada racun #ngaben #setra badung #forum peduli denpasar #wafat di usia 73 tahun #FPD #Made Sutama #Minggik