JEMBRANAEXPRESS.COM - Kondisi pantai di Bali kerap kali menjadi sorotan akibat menumpuknya sampah kiriman maupun sampah yang ditinggalkan pengunjung.
Untuk mengatasi hal tersebut, komunitas lingkungan Seasoldier Bali kembali menggelar aksi bersih-bersih pantai (beach clean up) di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, pada Sabtu (4/10).
Baca Juga: Wabup Badung Alit Sucipta Hadiri Karya Agung di Pura Samuan Tiga, Serahkan Punia Rp30 Juta
Manajer Operasional Lapangan Seasoldier Bali, Rosi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilakukan komunitas Seasoldier di berbagai daerah di Indonesia.
“Makanya dengan Sea Soldier kami tetap berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan cara melakukan beach clean up,” ujar Rosi.
Menurut Rosi, mayoritas sampah yang dikumpulkan dalam aksi bersih pantai merupakan sampah plastik sekali pakai, seperti botol plastik, styrofoam, dan residu non-organik.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah lokasi lain di Bali, antara lain di Pantai Jerman, Kuta, dan Kedonganan.
“Kami sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan di berbagai pantai. Tujuannya agar masyarakat sadar pentingnya menjaga kebersihan laut,” katanya.
Rosi mengakui, meskipun Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan berbagai aturan pengurangan sampah plastik, namun volume sampah di lapangan masih belum menunjukkan penurunan signifikan.
Baca Juga: Polisi Kawal Pemungutan Retribusi Pariwisata di Nusa Penida agar Bebas Pungli
“Kami tidak bisa mengurangi sampah, kami hanya bisa menekan lajunya,” tegasnya.
Komunitas Seasoldier didirikan oleh Nadine Chandrawinata dan Dinni Septianingrum pada 28 Maret 2015 sebagai gerakan peduli lingkungan yang berfokus pada isu laut dan pesisir.
Kini, Seasoldier memiliki lebih dari 10.000 relawan di 17 daerah di Indonesia, termasuk Bali.
Selain kegiatan beach clean up, komunitas ini juga aktif dalam berbagai program konservasi seperti penanaman mangrove, pelestarian terumbu karang, dan edukasi lingkungan.
“Anggota kami berasal dari berbagai latar belakang, ada pekerja pariwisata, aktivis, hingga mahasiswa. Yang terpenting adalah semangat menjaga bumi,” tutur Rosi.
Melalui kegiatan seperti ini, Seasoldier Bali berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut semakin meningkat.
Gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu memberi dampak besar bagi kelestarian lingkungan Bali dan Indonesia.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa