Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kafe di Banyuasri Buleleng Ricuh, Seorang Gadis 19 Tahun Babak Belur Dihajar Pengunjung

Dian Suryantini • Rabu, 5 November 2025 | 21:09 WIB
Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT

JEMBRANAEXPRESS.COM – Suasana malam di kafe Banyuasri, Kecamatan Buleleng, yang semula diwarnai dentuman musik dan hiburan, mendadak berubah tegang.

 

Seorang gadis muda berusia 19 tahun asal Bandung Barat, Hani, menjadi korban penganiayaan di kafe setelah dipukul oleh seorang pria bernama KS alias Mine, warga setempat.

 

Peristiwa pemukulan di kafe Banyuasri itu terjadi pada Minggu (2/11/2025) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.

Berdasarkan keterangan saksi, awalnya suasana kafe berjalan kondusif. Namun, tiba-tiba pelaku menyiku teman korban, Maharani, hingga mengenai bagian kepala.

 

Melihat hal itu, Hani mencoba menanyakan alasan pelaku dan mendekatinya di area kamar mandi dengan niat menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Namun bukannya tenang, situasi justru memanas. Begitu keluar dari kamar mandi, pelaku langsung memukul dada korban hingga terjatuh terlentang.

 

Tak berhenti di situ, setelah korban dibantu berdiri, pelaku kembali melayangkan pukulan ke pipi kanan korban, sebelum akhirnya kembali duduk santai di meja seolah tak terjadi apa-apa.

 

 

Merasa diperlakukan secara kasar dan mengalami luka fisik serta trauma, Hani bersama teman-temannya segera mendatangi SPKT Polres Buleleng untuk melaporkan kejadian tersebut.

 

Laporan pun diterima dan teregister dengan nomor LP/B/244/XI/2025/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali, tertanggal 4 November 2025.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz membenarkan adanya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di kafe Banyuasri tersebut.

 

“Kejadiannya hari Minggu, namun laporan baru kami terima kemarin. Berdasarkan keterangan korban dan saksi, insiden ini berawal dari perselisihan kecil yang berujung pemukulan,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki motif pelaku serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

 

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

 

“Setiap tindakan kekerasan memiliki konsekuensi hukum. Kami berharap masyarakat bisa lebih menahan diri,” tegas IPTU Yohana.(*)

Editor : Suharnanto
#gadis 19 tahun #babak belur #kafe #Banyuasri #ricuh #buleleng