Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kontroversi Mengepung Pertandingan Persebaya Surabaya vs PSS Sleman: Pelanggaran Serius Wahyudi Hamisi

I Putu Suyatra • Rabu, 6 Maret 2024 | 01:33 WIB
PROTES KERAS: Persebaya Surabaya layangkan protes keras tindakan Wahyudi Hamisi dan ketegasan wasit kontroversial Ginanjar Rahman Latief. (Persebaya Surabaya)
PROTES KERAS: Persebaya Surabaya layangkan protes keras tindakan Wahyudi Hamisi dan ketegasan wasit kontroversial Ginanjar Rahman Latief. (Persebaya Surabaya)

JEMBRANA EXPRESS - Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (3/3) sore, tidak hanya menampilkan aksi sepak bola yang memikat, tetapi juga memunculkan kontroversi yang mengejutkan.

Persebaya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1, tetapi insiden pelanggaran serius oleh Wahyudi Hamisi dari PSS Sleman menimbulkan kegemparan di lapangan.

Gol-gol cepat oleh Muhammad Iqbal pada detik ke-13 dan tendangan akurat Bruno Moreira pada menit ke-30 membuat Persebaya unggul di babak pertama.

Namun, sorotan utama terhadap pertandingan tersebut jatuh pada tindakan kontroversial gelandang PSS Sleman, Wahyudi Hamisi, di menit ke-16.

Dalam potongan video yang diunggah oleh akun pengamat sepak bola di Instagram, terlihat jelas bagaimana Wahyudi Hamisi melakukan pelanggaran serius dengan tendangan kaki kanannya yang mengenai kepala Bruno Moreira.

Insiden ini memicu kemarahan Moreira dan berujung pada keributan di lapangan.

Reaksi dari para warganet pun bervariasi, dengan beberapa di antaranya mengingatkan pada insiden serupa yang melibatkan pemain asal Argentina, Robertino Pugliara, pada tahun 2018.

Pugliara, yang saat itu membela Persebaya, mengalami cedera serius akibat pelanggaran serupa yang dilakukan oleh Wahyudi Hamisi yang kala itu memperkuat Borneo FC.

Meskipun demikian, pelatih Persebaya, Paul Munster, memilih untuk fokus pada kemenangan timnya.

"Persebaya bermain bagus di babak pertama, meskipun banyak peluang yang terbuang. PSS Sleman menjadi lebih agresif di babak kedua, tetapi kami berhasil mempertahankan keunggulan," ungkap Munster.

Munster juga memberikan pujian kepada Muhammad Iqbal atas gol cepatnya.

"Gol Iqbal sangat bagus dan mengejutkan. Ini menunjukkan kemampuan yang luar biasa dari Iqbal," tambahnya.

Pertandingan ini tidak hanya memperlihatkan persaingan ketat di lapangan, tetapi juga mengungkapkan dampak serius dari pelanggaran yang terjadi di dalamnya.

Persebaya Surabaya Angkat Suara: Keprihatinan Mendalam Terhadap Insiden Kontroversial di Lapangan

Sementara itu, pihak manajemen Persebaya Surabaya secara resmi mengekspresikan keprihatinan mendalam mereka terhadap insiden kontroversial yang melibatkan Wahyudi Hamisi dari PSS Sleman, yang memicu kegemparan di lapangan.

Melalui akun Instagram resminya, klub merangkum kejadian yang menimpa pemain mereka, Bruno Moreira, dan menyuarakan ketidakpuasan terhadap tanggapan wasit.

Dalam pernyataan resminya, Persebaya Surabaya menggambarkan betapa tragisnya insiden yang terjadi, mengingatkan pada kasus serupa yang menimpa Robertino Pugliara pada tahun 2018.

Pugliara, yang juga menjadi korban dari kekerasan Hamisi, mengalami cedera parah yang mengakhiri karier sepak bolanya.

Pada peristiwa terbaru pada 3 Maret 2024, Bruno Moreira menjadi korban serupa.

Tindakan brutal Hamisi, yang diawali dengan tendangan ke belakang kemudian diikuti dengan injakan kepala dengan sengaja, menimbulkan risiko serius terhadap nyawa Bruno.

Klub dengan tegas mengutuk perilaku Hamisi, menekankan bahwa tindakan semacam itu tidak hanya merusak reputasi sepak bola, tetapi juga mengancam keselamatan para pemain.

Mereka juga menyuarakan ketidakpuasan terhadap tanggapan wasit, yang dianggap tidak tegas dalam menanggapi insiden tersebut.

Persebaya Surabaya berjanji untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk mengirim surat dan bukti kepada PSSI, untuk menyoroti perilaku barbar Hamisi dan respons yang tidak memadai dari wasit.

Mereka mengingatkan bahwa sepak bola haruslah menjadi ajang untuk sportivitas, bukan tempat untuk kekerasan atau ancaman terhadap nyawa pemain.

Dengan demikian, pernyataan resmi Persebaya Surabaya mencerminkan keprihatinan mereka terhadap integritas dan keselamatan dalam sepak bola, serta menyerukan tindakan tegas untuk menjaga olahraga yang kita cintai ini.

Wasit Biarkan Bahaya, Persebaya Serukan Tindakan Tegas Terhadap Kekerasan di Lapangan

Pada 13 Oktober 2018, Robertino Pugliara mengalami cedera serius akibat tekel kejam dari Wahyudi Hamisi. Kemarin, 3 Maret 2024, Bruno Moreira menjadi korban berikutnya.

Insiden ini mengekspos betapa berbahayanya tindakan kekerasan di lapangan dan pentingnya tanggapan tegas dari wasit. ***

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#pssi #persebaya #wahyudi hamisi #pss